Routing, routing concept, static route, policy route, dynamic routing introduction
Yah karena ini berada di persoalan kemarin, pada akhirnya saya akan kerjakan juga, tapi bagi kalian yang belum mengerti apa itu Routing dan jenis-jenisnya,perhatikan thread kali ini dengan seksama.- Pengertian
Routing adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI. - Latar Belakang
Melatar belakangi dari seorang IT agar paham tentang routing menggunakan roterboard agar bisa mengirimkan pesan ping dari router satu ke router yang lainya. - Maksud dan Tujuan
Mempunyai maksud dan tujuan agar seorang IT sadar apabila routing ini sangat perlu untuk dasar-dasar jaringan untuk menuju ke level jaringan yang lebih tinggi. - Hasil yang Di HarapkanDapat memahami pengertian, fungsi dan jenis routing dan kedepannya dapat mengkonfigurasi 2 buah router atau lebih agar dapat saling berhubungan dengan mengirim pesan ping antara router satu dan lainya.
- Jenisnya• Routing statis
• Routing default
• Routing dinamis
Routing Statis
Routing statis terjadi jika Admin secara manual menambahkan route-route di routing table dari setiap router.
Routing statis memiliki kentungan-keuntungan berikut:
- Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router (router lebih murah dibandingkan dengan routeng dinamis)
- Tidak ada bandwidth yang digunakan di antara router.
- Routing statis menambah keamanan, karena administrator dapat memilih untuk mengisikan akses routing ke jaringan tertentu saja.
Routing statis memiliki kerugian-kerugian berikut:
- Administrasi harus benar-benar memahami internetwork dan bagaimana setiap router dihubungkan untuk dapat mengkonfigurasikan router dengan benar.
- Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, Administrasi harus menambahkan sebuah route kesemua router—secara manual.
- Routing statis tidak sesuai untuk network-network yang besar karena menjaganya akan menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri.
Routing Default
Routing default digunakan untuk mengirimkan paket-paket secara manual menambahkan router ke sebuah network tujuan yang remote yang tidak ada di routing table, ke router hop berikutnya. Bisanya digunakan pada jaringan yg hanya memiliki satu jalur keluar.
Routing Dinamis
Routing dinamis adalah ketika routing protocol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table pada router. Dan ini lebih mudah daripada menggunakan routing statis dan default, tapi ia akan membedakan Anda dalam hal proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan.
Routing Policy
Dalam
jaringan komputer, routing berbasis kebijakan (PBR) adalah teknik yang
digunakan untuk membuat keputusan routing berdasarkan kebijakan yang
ditetapkan oleh administrator jaringan.Ketika
sebuah router menerima sebuah paket, ia biasanya memutuskan ke mana
akan meneruskannya berdasarkan alamat tujuan dalam paket, yang kemudian
digunakan untuk mencari entri dalam tabel routing. Namun, dalam beberapa kasus, mungkin ada kebutuhan untuk meneruskan paket berdasarkan kriteria lain. Sebagai contoh, seorang administrator jaringan mungkin ingin meneruskan paket berdasarkan alamat sumber, bukan alamat tujuan. Ini tidak harus bingung dengan sumber routing.Routing
berdasarkan kebijakan juga dapat didasarkan pada ukuran paket, protokol
payload, atau informasi lain yang tersedia di header paket atau
payload. Ini
memungkinkan routing paket-paket yang berasal dari sumber yang berbeda
ke jaringan yang berbeda bahkan ketika tujuannya sama dan dapat berguna
ketika menghubungkan beberapa jaringan pribadi.Di Cisco IOS, PBR diimplementasikan menggunakan peta rute. Linux mendukung banyak tabel routing sejak versi 2.2. FreeBSD mendukung PBR menggunakan IPFW atau PF OpenBSD.
Wireless 802.11a/b/g/n/ac, band, channel, data rates, AP-client configuration, wireless security, monitoring tools
Apa yang dimaksud dengan IEEE 802.11 a/b/g/n/ac??
Mungkin itulah pertanyaan yang sering muncul pada orang-orang awam
seperti saya ketika melihat salah satu baris kode tersebut pada sebuah
perangkat wireless wifi. Kode tersebut memiliki sebuah makna tersendiri,
dan tidak sembarangan dicantumkan pada perangkat wireless.
IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) merupakan
sebuah badan yang mengatur yang mengatur standarisasi dalam bidang
teknologi informasi. Seperti data yang saya ambil dari Wikipedia, Dalam
IEEE ada code tertentu untuk standarisasi dalam teknologi komunikasi:
- 802.1: LAN/MAN Management and Media Access Control Bridges
- 802.2: Logical Link Control (LLC)
- 802.3: CSMA/CD (Standar untuk Ehernet Coaxial atau UTP)
- 802.4: Token Bus
- 802.5: Token Ring (bisa menggunakan kabel STP)
- 802.6: Distributed Queue Dual Bus (DQDB) MAN
- 802.7: Broadband LAN
- 802.8: Fiber Optic LAN & MAN (Standar FDDI)
- 802.9: Integrated Services LAN Interface (standar ISDN)
- 802.10: LAN/MAN Security (untuk VPN)
- 802.11: Wireless LAN (Wi-Fi)
- 802.12: Demand Priority Access Method
- 802.15: Wireless PAN (Personal Area Network) > IrDA dan Bluetooth
- 802.16: Broadband Wireless Access (standar untuk WiMAX)
Dalam membangun jaringan wireless, salah satu hal paling dasar dan
harus dipahami adalah menguasai spesifikasi dari peralatan Wifi yang
hendak digunakan. Biasanya pada daftar spesifikasi dari peralatan
wireless wifi akan tercantum kode IEEE 802.11 a/b/g/n/ac. Kelima kode
huruf di belakang kode IEEE 802.11 tersebut menandakan spesifikasi yang
berbeda-beda. Dan yang merupakan teknologi paling baru adalah IEEE
802.11 ac.
Sebenarnya apa sih makna dibalik kode IEEE 802.11a/b/g/n/ac itu?
Berikut ini adalah beberapa informasi tekait kode IEEE 802.11 yang menjadi standarisasi perangkat wireless wifi.
IEEE 802.11 a/b/g/n/ac menyatakan generasi teknologi Wifi
Teknologi wireless wifi terus dikembangkan hingga sekarang. Kelima
kode 802.11 menandakan bahwa teknologi wireless wifi ini sudah sampai
pada generasi yang kelima. Berikut adalah urutan generasi teknologi wifi
berdasarkan kode IEEE.
- IEEE 802.11b
- IEEE 802.11g
- IEEE 802.11a
- IEEE 802.11n
- IEEE 802.11ac
Jika pada daftar spesifikasi perangkat wireless Anda tertera kode
IEEE 802.11ac, maka Anda sedang dihadapkan perangkat wireless wifi
dengan generasi terbaru. Sedangkan untuk kode IEEE 802.11 b/g itu
berarti teknologi wifi yang digunakan pada perangkat wireless adalah
yang pertama dan kedua. Meski menjadi yang terlama, namun masih saja
banyak yang menggunakan perangkat wireless dengan kode tersebut. Nah
yang menduduki urutan ketiga dan keempat adalah IEEE 802.11a dan IEEE
802.11n.
IEEE 802.11 a/b/g/n/ac menyatakan data rate sebuah wifi
Data rate sesungguhnya bukanlah kecepatan yang nyata, yang akan kita
peroleh ketika kita melakukan transfer suatu data melalui media
komunikasi. Tetapi data rate menggambarkan kemampuan sebuah media
komunikasi untuk mengirimkan data melalu jalur komunikasi. Data rate ini
sifatnya lebih haya teori saja. Dan pada kenyataannya, kemampuan
transfer data dari sebuah perangkat telekomunikasi tidak pernah mencapai
titik data rate yang tercantum, atau bia dibilang selalu lebih rendah.
Kode IEEE 802.11a/b/g/n/ac yang tertera pada spek wireless wifi juga
menyatakan data rate yang berbeda-beda. Berikut adalah daftar data rate
yang dimiliki oleh masing-masing kode IEEE 802.11:
- IEEE 802.11b memiliki data rate sebesar 11 Mbps
- IEEE 802.11g memiliki data rate sebesar 54 Mbps
- IEEE 802.11a memiliki data rate sebesar 54 Mbps
- IEEE 802.11n besar data ratenya lebih dari 100 Mbps sampai 500 Mbps
- IEEE 802.11ac memiliki data rate yang mencapai 1300 Mbps atau 1,3 Gbps
IEEE 802.11 a/b/g/n/ac menyatakan Frekuensi
Informasi penting lainnya terkait kode IEEE 802.11 pada perangkat
wireless adalah frekuensi yang digunakan pada perangkat wireless itu
sendiri. Ya, kode IEEE 802.11a/b/g/n/ac juga menunjukan frekuensi yang
digunakan pada perangkat wireless wifi. Berikut adalah daftar frekuensi
berdasarkan kode IEEE 802.11:
- IEEE 802.11 b maka Frekuensi yang digunakan adalah 2,4 GHz
- IEEE 802.11 g maka Frekuensi yang digunakan adalah 2,4 GHz
- IEEE 802.11 a maka Frekuensi yang digunakan adalah 5 GHz
- IEEE 802.11 n maka Frekuensi yang digunakan adalah 2,4 GHz dan 5 GHz
- IEEE 802.11 ac maka Frekuensi yang digunakan adalah 5 GHz
Jadi, kode IEEE 802.11a/b/g/n/ac lebih mengacu pada spesifikasi yang
digunakan pada sebuah perangkat wireless wifi. Dengan memahami kode IEEE
802.11 yang tertera pada spesifikasi perangkat wireless wifi, kita bisa
tahu generasi, data rate, hingga frekuensi yang digunakan pada
perangkat tersebut.
Band
Band? Band musik? (lol) Tentu saja bukan, yang dimaksud disini adalah Single Band dan Dual Band yang ada di wireless router.
Saya pernah bertanya-tanya apa perbedaan wireless router single band dan dual band. Setelah browsing sana sini, akhirnya berhasil mengambil beberapa kesimpulan.
Berikut adalah perbedaan keduanya.
- Kekuatan Signal
- Wireless Router single band memiliki kekuatan signal yang lebih lemah jika dibandingkan dengan dual band. Hal ini berpengaruh pada seberapa jauh jangkauan signal tersebut. sejujurnya single band lebih cocok untuk ruangan apartemen, sedangkan dual band lebih cocok untuk di rumah pada umumnya.
- Frequency
- Wireless Router Single Band memiliki hanya sebuah frequency yaitu 2.40 GHz, sedangkan dual band dapat beroperasi pada 2 frequency yaitu 2.40 GHz dan 5GHz.
- Kecepatan Router
- Wireless Router Dual Band pastinya memiliki kecepatan yang lebih unggul dari Wireless Router single Band. Sehingga Wireless Router dual band cocok untuk rumah / kantor yang memiliki banyak pengguna internet yang ingin terkoneksi ke wireless router.
- Harga
- Ya jelas harganya juga beda. Harga wireless router dual band umumnya dua kali lebih mahal daripada wireless router single band.
Channel
Alokasi
frekuensi sudah diatur dalam regulasi di setiap wilayah dan negara. Di
Indonesia, untuk keperluan wireless LAN sudah dalokasikan dalam ISM Band
pada frekuensi 2,4GHz dan 5,8GHz. Lebih detail nya, untuk 2,4GHz dibagi
dalam beberapa channel dengan lebar channel masing - masing 22MHz.
Begitu juga dengan yang 5GHz. Frekuensi 5Ghz juga dibagi menjadi beberapa channel.
Di Mikrotik, tiap channel ditampilkan dengan nilai tengah frekuensi-nya. Misal pada band 2,4GHz, channel1 = 2412 ,dsb
Kembali ke masalah interferensi. Di mikrotik ada beberapa tool yang bisa digunakan untuk melakukan scanning frekuensi.
- Tool Scanner, double klik interface wlan > atur mode=station, band, dan frekuensi > klik scan .
- Tool Snooper, double klik interface wlan > atur mode=station, band, dan frekuensi > klik snooper.
- Tool Frequency Usage, double klik interface wlan > atur mode=station, band, dan frekuensi > klik Freq. Usage
Dari hasil survey tersebut, kita bisa menentukan penggunaan frekuensi pada perangkat kita agar tidak interferensi dengan yang lain. Berdasarkan pembagian channel pada 2,4GHz, dengan lebar channel standard, bisa dilihat ada beberapa channel yang saling overlapping. Hal ini lah yang harus dihindari agar tidak saling mengganggu dan wireless link terbentuk dengan baik. Misal, dari hasil scan ternyata sudah banyak yang menggunakan frek 2412 (channel 1), maka kita bisa gunakan frek 2437 (channel 6). Kenapa tidak menggunakan 2417 (Ch.2) saja? Bukankah 2412 (Ch.1) dan 2417 (Ch.2) sudah beda?
Nah, kalo untuk frek 2484 (Ch.14) merupakan channel yang tidak standard. Perangkat seperti gadget,laptop biasanya tidak support.
Mikrotik
support untuk 2484 (ch.14). Akan tetapi kita tetap tidak boleh
menggunakan frekuensi tersebut dengan sembarangan. Walaupun secara
teknis perangkatnya support, tapi penggunaan frekuensi di luar alokasi
jelas menyalahi aturan. Jadi mari gunakan frekuensi sesuai regulasi yang
ada. Agar tidak saling mengganggu di frekuensi lain.
Data Rates
Tingkat
transfer data (DTR) adalah jumlah data digital yang dipindahkan dari
satu tempat ke tempat lain dalam waktu tertentu. Tingkat transfer data
dapat dilihat sebagai kecepatan perjalanan sejumlah data yang diberikan
dari satu tempat ke tempat lain. Secara umum, semakin besar bandwidth
jalur yang diberikan, semakin tinggi laju transfer data.
Di
telekomunikasi, transfer data biasanya diukur dalam bit per detik.
Sebagai contoh, koneksi berkecepatan rendah khas ke Internet mungkin
33,6 kilobit per detik (Kbps). Pada jaringan area lokal Ethernet,
transfer data bisa secepat 10 megabit per detik. Saklar jaringan
direncanakan yang akan mentransfer data dalam rentang terabit. Dalam
sistem telekomunikasi sebelumnya, transfer data terkadang diukur dalam
karakter atau blok (dari ukuran tertentu) per detik. Waktu transfer data
antara mikroprosesor atau RAM dan perangkat seperti hard disk dan
pemutar CD-ROM biasanya diukur dalam milidetik.
Di
komputer, transfer data sering diukur dalam byte per detik. Tingkat
transfer data tertinggi hingga saat ini adalah 14 terabit per detik
melalui serat optik tunggal, yang dilaporkan oleh Nippon Telegraph dan
Telepon Jepang (NTT DoComo) pada tahun 2006.
Ap-Client Configuration
1. Hubungkan ke router melalui Winbox
2. Setup Wireless interface, necessary configuration options are mode=ap-bridge band=ap_operated_band frequency=ap_operated_frequency ssid=network_identification
3. Pengaturan ini cukup untuk membuat koneksi nirkabel, selain itu Anda perlu menambahkan alamat IP untuk antarmuka nirkabel untuk routing IP, secara opsional menambah keamanan dan pengaturan lainnya.
Wireless Security
Keamanan nirkabel adalah pencegahan akses tidak sah atau kerusakan pada komputer yang menggunakan jaringan nirkabel. Jenis keamanan nirkabel yang paling umum adalah Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA). WEP adalah standar keamanan yang sangat lemah. [Rujukan?] Sandi yang digunakan sering dapat retak dalam beberapa menit dengan komputer laptop dasar dan perangkat lunak yang tersedia secara luas. WEP adalah standar lama IEEE 802.11 dari 1999, yang sudah usang pada tahun 2003 oleh WPA, atau Wi-Fi Protected Access. WPA adalah alternatif cepat untuk meningkatkan keamanan atas WEP. Standar saat ini adalah WPA2; beberapa perangkat keras tidak dapat mendukung WPA2 tanpa peningkatan atau penggantian firmware. WPA2 menggunakan perangkat enkripsi yang mengenkripsi jaringan dengan kunci 256-bit; panjang kunci yang lebih panjang meningkatkan keamanan atas WEP. Perusahaan sering menegakkan keamanan menggunakan sistem berbasis sertifikat untuk mengautentikasi perangkat penghubung, mengikuti standar 802.1X.Monitoring Tools
Router
yang sudah selesai kita setting dan sudah berjalan, bukan berarti akan
kita tinggalkan begitu saja. terlebih router tersebut merupakan router
backbone. Pada kebanyakan ISP bahkan akan melakukan monitoring selama
24 jam nonstop untuk memastikan kondisi router baik - baik saja. Dan
jika terjadi sesuatu pada router yang membuat jaringan tidak berjalan
sebagaimana mestinya, bisa segera ditangani dengan baik.
Begitu juga admin jaringan juga perlu mencatat penggunaan bandwidth untuk bahan laporan apakah bandwidth yang di dapatkan sesuai dengan informasi layanan bandwidth dari ISP, atau sekedar mencatat statistik penggunaan bandwidth oleh client. Untuk melakukan pencatatan dalam format graph di MikroTik, admin jaringan bisa menggunakan fitur "Graphing".
Tool Graphs
Pertama,
kita akan membahas fitur graph terlebih dahulu, fitur ini bisa diakses
melalui menu Tool --> Graphing, atau via terminal dengan perintah /tool graphing
Dengan
tools graph, kita bisa melakukan monitoring terhadap beberapa parameter
pada router dan menyajikannya dalam bentuk grafik. Grafik ini bisa
dilihat dengan melakukan akses router via web, dengan format alamat http://[ip router]/graphs. Misal 192.168.128.105/graphs
By
default, tool graph ini belum melakukan perekaman data apapun, jika
dilihat via web browser belum terdapat data apapun. Dibutuhkan
pengaturan parameter apa saja yang akan direkam serta tambahan policy
jika dibutuhkan. Kita coba untuk monitoring besarnya traffik pada salah
satu interface, misal untuk interface ether2. Pertama, set dulu
graphing setting pada /tools graphing. Setting ini untuk menentukan
graph akan merekam data tiap berapa menit. Lalu, tambahkan interface
mana yang akan dimonitoring pada tab "interface rule". Pada tab ini
silahkan tambahkan interface ether2.
Jika
sudah, tunggu beberapa saat, lalu akses kembali Graphs dari web
browser. Pada akan muncul link sesuai dengan nama interface yang direkam
dalam graph. Klik link tersebut untuk melihat grafik bandwidth yang
direkam oleh graphs.
Selain
interface router, graph juga bisa merekam Resource Hardware seperti
CPU, Memory dan RAM, atau bisa juga untuk merekam Queue. Jika Anda
familiar dengan tool atau aplikasi lain untuk monitoring jaringan,
tampilan graph-nya bisa dikatakan hampir mirip.The Dude
Berbicara
mengenai aplikasi untuk monitoring jaringan, Mikrotik memiliki tool
yang dapat menampilkan jaringan dalam bentuk map. Tool tersebut adalah
The Dude, dan seperti biasa MikroTik selalu memberikan solusi aplikasi
gratis seperti halnya palikasi The Dude ini. Bisa download gratis
langsung dari http://MikroTik.com.
The
Dude bisa diinstall pada RouterOS ( file dalam format .npk) atau bisa
juga install The Dude versi Windows di PC dalam format executable file
(.exe). Begitu aplikasi The Dude kita jalankan pada PC Windows, The Dude
bisa kita gunakan untuk melakukan scanning dan menampilkan jaringan
dalam bentuk topologi atau map. Sehingga akan mempermudah dalam
melakukan monitoring serta manajemen jaringan.
Implementasi
yang biasanya digunakan, The Dude diinstall pada Router, sehingga map
jaringan akan tersimpan di dalamnya, kemudian untuk mengakses Map pada
router, kita perlu menginstall The Dude pada PC dengan versi yang sama.
Selain monitoring jaringan, kita juga bisa melakukan manajemen/remote
terhadap router langsung melalui The Dude. Misalnya ping, traceroute,
bandwidth test yang langsung dilakukan dari Router yang kita remote.
The
Dude akan memberikan peringatan, biasanya berupa perubahan warna
menjadi merah ketika perangkat tersebut down. Dan salah satu nilai plus
dari The Dude, aplikasi ini tidak hanya bisa digunakan untuk monitoring
perangkat Mikrotik saja, selama sebuah perangkat mengaktifkan SNMP, maka
The Dude bisa digunakan untuk monitoring dan manajemen.Firewall, concept, filter, nat, address-list, fast-track
Firewall
Firewall
adalah sebuah sistem atau perangkat yang memberi otorisasi pada lalu
lintas jaringan komputer yang dianggapnya aman untuk melaluinya dan
melakukan pencegahan terhadapa jaringan yang dianggap tidak aman.
Firewall dapat berupa perangkat lunak (program komputer atau aplikasi)
atau perangkat keras (peralatan khusus untuk menjalankan program
fire-wall) perangkat yang menyaring lalu lintas jaringan antara
jaringan. Perlindungan dengn Firewall adalah mutlak diperlukan untuk
komputasi perangkat seperti komputer yang diaktifkan dengan koneksi
Internet. Meningkatkan tingkat keamanan jaringan komputer dengan
memberikan informasi rinci tentang pola-pola lalu lintas jaringan.
Perangkat ini penting dan sangat diperlukan karena bertindak sebagai
gerbang keamanan antara jaring komputer internal dan jaringan komputer
eksternal.
Concept
Mungkin
yang terbaik untuk menggambarkan pertama apa firewall tidak: firewall
bukan hanya router, sistem host, atau kumpulan sistem yang memberikan
keamanan ke jaringan. Sebaliknya, firewall adalah pendekatan keamanan;
itu membantu menerapkan kebijakan keamanan yang lebih besar yang
mendefinisikan layanan dan akses yang diizinkan, dan itu adalah
implementasi dari kebijakan tersebut dalam hal konfigurasi jaringan,
satu atau lebih sistem host dan router, dan langkah-langkah keamanan
lainnya seperti otentikasi tingkat lanjut di tempat kata sandi statis.
Tujuan utama dari sistem firewall adalah untuk mengontrol akses ke atau
dari jaringan yang dilindungi (yaitu, sebuah situs). Ini
mengimplementasikan kebijakan akses jaringan dengan memaksa koneksi
untuk melewati firewall, di mana mereka dapat diperiksa dan dievaluasi.
Sistem
firewall dapat berupa router, komputer pribadi, host, atau kumpulan
host, yang dirancang khusus untuk melindungi situs atau subnet dari
protokol dan layanan yang dapat disalahgunakan dari host di luar subnet.
Sistem firewall biasanya terletak di gateway tingkat yang lebih tinggi,
seperti koneksi situs ke Internet, namun sistem firewall dapat
ditempatkan di gerbang tingkat yang lebih rendah untuk memberikan
perlindungan bagi beberapa kumpulan host atau subnet yang lebih kecil.
Filter
Pada
Mikrotik, chain dibagi menjadi 3 macam, yaitu chain input, chain
forward, dan chain output. Mudahnya, paket dari jaringan menuju ke
router (misal melakukan ssh/remote ke router tersebut) di sebut chain
input. Paket yang melewati antarmuka router dari dan ke jaringan
tersebut disebut chain forward. sementara paket yang keluar dari
antarmuka router disebut chain output.
Contoh :
1. Chain Input
Contoh kasus : client1 dan client2 tidak di izinkan telnet (port 23) ke router.
[admin@mikrotik] ip firewall filter add \
\… scr-address-list=client1 chain=input dst-port=23 action=drop
\… scr-address-list=client1 chain=input dst-port=23 action=drop
[admin@mikrotik] ip firewall filter add \
\… scr-address-list=client2 chain=input dst-port=23 action=drop
\… scr-address-list=client2 chain=input dst-port=23 action=drop
dengan catatan di router sudah di buat address list
2. Chain Forward
Contoh kasus : Paket icmp (ping) yang lewat ke route akan di-drop
[admin@mikrotik] ip firewall filter add \
\… chain=forward protocol=icmp action=drop
\… chain=forward protocol=icmp action=drop
3.Chain Output
Contoh kasus : Paket icmp yang keluar dari router akan di-drop
[admin@mikrotik] ip firewall filter add \
\… chain=output protocol=icmp action=drop.
\… chain=output protocol=icmp action=drop.
NAT
Adalah
sebuah proses pemetaan alamat IP dimana perangkat jaringan komputer
akan memberikan alamat IP public ke perangkat jaringan local sehingga
banyak IP private yang dapat mengakses IP public.
Dengan kata lain NAT akan mentranslasikan alamat IP sehingga IP address pada jaringan local dapat mengakses IP public pada jaringan WAN. NAT mentranslasikan alamat IP private untuk dapat mengakses alamat host diinternat dengan menggunakan alamat IP public pada jaringan tersebut. Tanpa hal tersebut(NAT) tidaka mungkin IP private pada jaringan local bisa mengakses internet.
NAT (Network Address Translation) pada jaringan komputer berfungsi sebagai
translasi alamat IP public ke alamat IP private atau sebaliknya
sehingga dengan adanya NAT ini setiap komputer pada jaringan LAN dapat
mengakses internet dengan mudah.
Kita tahu bahwa alamat IP Public didunia ini sudah semakin menipis sehingga penggunaan dati NAT ini dirasa sangatlah efisien dan efektif terutama dalam alokasi alamat IP.
Kita tahu bahwa alamat IP Public didunia ini sudah semakin menipis sehingga penggunaan dati NAT ini dirasa sangatlah efisien dan efektif terutama dalam alokasi alamat IP.
Jenis - jenis dari NAT (Network Address Translation)
Pada jaringan komputer terdapat 2 jenis NAT, diantaranya:
SNAT
atau Source Network Address Translation yaitu sebuah NAT yang bertugas
untuk merubah source address dari suatu paket data. SNAT hanya berlaku
pada postrouting.
Kelebihan dan Kelemahan NAT (Network Address Translation)
Sebuah
sistem tentunya akan memiliki kelebihan dan kelemahan, sehingga dengan
memahami kelebihan dan kelemahan dan sistem tersebut kita bisa tahu
kenapa kita harus menggunakan atau tidak menggunakannya, Berikut adalah
kelebihan dan kelemahan menggunakan NAT pada jaringan:
Kelebihan dari NAT (Network Address Translation)
o 1. Dengan adanya NAT dapat mengurangi adanya duplikasi IP address pada jaringan atau biasanya dikenal dengan conflict IP Address
o 2. Dengan adanya NAT akan menghindari pengalamatan ulang pada saat jaringan tersebut berubah.
o 3. Dapat menghemat IP Legal yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider)
o 4. Dapat meningkatkan fleksibelitas untuk koneksi jaringan internet.
Kelemahan dari NAT (Network Address Translation)
o 1.
NAT dapat menyebabkan keterlambatan proses, ini disebabkan karena data
yang dikirim harus melalui perangkat NAT terlebih dahulu.
o 2. NAT dapat menyebabkan beberapa aplikasi yang tidak bisa berjalan dengan normal
o 3. Dengan adanya NAT dapat menghilangkan kemampuan untuk melacak data karena data tersebut akan melewati firewall.
Address List
Address
list adalah Pendaftaran / pengelompokan address. Jadi address list itu
IP address yang di kumpulkan untuk di blok. Implementasiannya ketika
kita kingin memblokir situs yang memilik IP address lebih dari satu.
Jika IP address dari situs yang ingin di blok bisa menggunakan bloking
konten /memblok dengan berdasarkan konten (kata).
Fast-Track
Fitur ini merupakan sebuah alternatif untuk melakukan speedboost dari trafik data. Fasttrack sendiri merupakan bagian dari fitur Fastpath yang
ada di Mikrotik. Sehingga untuk menggunakan fasttrack, kita juga harus
melihat beberapa ketentuan yang hal itu juga menyangkut pada fitur
fastpath itu sendiri. Salah satunya adalah tidak semua perangkat yang
memiliki interface dengan support fastpath. Untuk pengecekan apakah
interface perangkat tersebut support atau tidak, bisa kita lihat
menggunakan Terminal dengan mengetikkan perintah '/interface print detail'. Berikut adalah beberapa daftar perangkat yang interfacenya support dengan fastpath.
RouterBoard
|
Interfaces
|
RB6xx Series
|
Ether1,2
|
RB7xx Series
|
All Ethernets
|
RB800
|
Ether1,2
|
RB9xx Series
|
All Ethernets
|
RB1000
|
All Ethernets
|
RB1100 Series
|
Ether1-10,11
|
RB2011 Series
|
All Ethernets & SFP
|
CCR Series Routers
|
All Ethernets & SFPS
|
All Devices
|
Interface Wireless (paket wireless-fp atau wireless-cm2 dengan disetting mode bridge (v6.29)
|
Lalu, bagaimana cara kerja dari fasttrack? Fastrack bisa disebut sebagai penggabungan antara Fastpath dan Conection Tracking.
Dengan fasttrack mampu mempercepat untuk pemrosesan paket yang melewati
conection tracking dan bahkan performanya bisa 5x lebih cepat dibanding
dengan connection tracking regular. Kita bisa memanfaatkan fitur ini
pada menu Firewall Filter/Mangle, sehingga kita bisa menentukan trafik-trafik tertentu yang akan menggunakan fasttrack.
Fastrack
juga sudah support dengan NAT. Namun, untuk saat ini hanya koneksi TCP
dan UDP yang dapat menggunakan fasttrack. Perlu diketahui juga bahwa
tidak semua paket yang koneksinya dapat diberlakukan fasttrack.
Fasttrack juga akan mem-bypass koneksi dari beberapa rule dan juga fitur
diantaranya adalah Firewall, Simple Queue, Queue Tree dengan parameter
Parent=Global, ip traffic flow, ip accounting, ipsec, hotspot universal
client, vrf.
Dengan
sistem kerja tersebut, kita bisa memanfaatkan untuk memberikan sebuah
koneksi prioritas pada user tertentu. Misal, untuk user umum dibuatkan
sebuah koneksi dengan pengaturan queue dan juga filtering akses dengan
firewall. Dan kita menginginkan untuk koneksi Administrator tidak perlu
ada management koneksi baik queue maupun firewall. Nah, untuk kebutuhan
tersebut kita bisa memberlakukan fasttrack pada koneksi tersebut.
Kita akan melakukan limitasi maksimal upload : 128kbps dan maksimal download : 512kbps terhadap client dengan IP 192.168.10.2 yang terhubung ke Router. Parameter Target Address adalah IP Address dari client yang akan dilimit. Bisa berupa :
Perhitungan : Pertama Router akan memenuhi Limit-at Client yaitu 128kbps. Bandwitdh yang tersedia masih sisa 512kbps-128kbps=384kbps. Karena client yang lain tidak aktif maka 384kbps yang tersisa akan diberikan lagi ke Client1 sehingga mendapat 128kbps+384kbps =512kbps atau sama dengan max-limit.
Jika kita menerapkan priority perhitungan pembagian bandwidth hampir sama dengan sebelumnya. Hanya saja setelah limit-at semua client terpenuhi, Router akan melihat priority client. Router akan mencoba memenuhi Max-Limit client priority tertinggi dengan bandwidth yang masih tersedia.
Perhitungan: Client 1 mempunyai priority tertinggi maka router akan mencoba memberikan bandwidth sampai batas Max-Limit yaitu 512kbps. Sedangkan bandwidth yang tersisa hanya 128kbps, maka Client1 mendapat bandwidth sebesar Limit-at + Sisa Bandwidth = 128kbps+128kbps = 256kbps
Konsep pembagian bandwidth ini mirip ketika anda berlangganan internet dengan sistem Bandwidth share.
Limitasi bertingkat juga bisa diterapkan ketika dibutuhkan sebuah pengelompokkan pembagian bandwidth.
Simple Queque
Pada
sebuah jaringan yang mempunyai banyak client, diperlukan sebuah
mekanisme pengaturan bandwidth dengan tujuan mencegah terjadinya
monopoli penggunaan bandwidth sehingga semua client bisa mendapatkan
jatah bandwidth masing-masing. QOS(Quality of services) atau lebih
dikenal dengan Bandwidth Manajemen, merupakan metode yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pada RouterOS Mikrotik penerapan QoS bisa dilakukan dengan fungsi Queue.
Limitasi Bandwidth Sederhana
Cara
paling mudah untuk melakukan queue pada RouterOS adalah dengan
menggunakan Simple Queue. Kita bisa melakukan pengaturan bandwidth
secara sederhana berdasarkan IP Address client dengan menentukan
kecepatan upload dan download maksimum yang bisa dicapai oleh client.
Contoh : Kita akan melakukan limitasi maksimal upload : 128kbps dan maksimal download : 512kbps terhadap client dengan IP 192.168.10.2 yang terhubung ke Router. Parameter Target Address adalah IP Address dari client yang akan dilimit. Bisa berupa :
· Single IP (192.168.10.2)
· Network IP (192.168.10.0/24)
· Beberapa IP (192.168.10.2,192.168.10.13) dengan menekan tombol panah bawah kecil di sebelah kanan kotak isian.
Penentuan
kecepatan maksimum client dilakukan pada parameter target upload dan
target download max-limit. Bisa dipilih dengan drop down menu atau
ditulis manual. Satuan bps (bit per second).
Dengan
pengaturan tersebut maka Client dengan IP 192.168.10.2 akan mendapatkan
kecepatan maksimum Upload 128kbps dan Download 256kbps dalam keadaan
apapun selama bandwidth memang tersedia.
Metode Pembagian Bandwidth Share
Selain
digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth fix seperti pada contoh
sebelumnya, kita juga bisa memanfaatkan Simple Queue untuk melakukan
pengaturan bandwidth share dengan menerapkan Limitasi Bertingkat. Konsep
Limitasi Bertingkat bisa anda baca pada artikel Mendalami HTB pada QOS RouterOS Mikrotik
Contoh :
Kita akan melakukan pengaturan bandwidth sebesar 512kbps untuk digunakan 3 client.
Konsep:
Kita akan melakukan pengaturan bandwidth sebesar 512kbps untuk digunakan 3 client.
Konsep:
1. Dalam keadaan semua client melakukan akses, maka masing-masing client akan mendapat bandwidth minimal 128kbps.
2. Jika hanya ada 1 Client yang melakukan akses, maka client tersebut bisa mendapatkan bandwidth hingga 512kbps.
3. Jika
terdapat beberapa Client (tidak semua client) melakukan akses, maka
bandwidth yang tersedia akan dibagi rata ke sejumlah client yg aktif.
Topologi Jaringan
Router
kita tidak tahu berapa total bandwidth real yang kita miliki, maka kita
harus definisikan pada langkah pertama. Pendefinisian ini bisa
dilakukan dengan melakukan setting Queue Parent. Besar bandwidth yang
kita miliki bisa diisikan pada parameter Target Upload Max-Limit dan Target Download Max-Limit.
Langkah selanjutnya kita akan menentukan limitasi per client dengan melakukan setting child-queue.
Pada child-queue kita tentukan target-address dengan mengisikan IP address masing-masing client. Terapkan Limit-at (CIR) : 128kbps dan Max-Limit (MIR) : 512kbps. Arahkan ke Parent Total Bandwidth yang kita buat sebelumnya.
Ulangi untuk memberikan limitasi pada client yang lain, sesuaikan Target-Address.
Pada child-queue kita tentukan target-address dengan mengisikan IP address masing-masing client. Terapkan Limit-at (CIR) : 128kbps dan Max-Limit (MIR) : 512kbps. Arahkan ke Parent Total Bandwidth yang kita buat sebelumnya.
Ulangi untuk memberikan limitasi pada client yang lain, sesuaikan Target-Address.
Selanjutnya lakukan pengetesan dengan melakukan download di sisi client.
Pada gambar berikut menunjukkan perbedaan kondisi penggunaan bandwidth client setelah dilakukan limitasi bertingkat
Pada gambar berikut menunjukkan perbedaan kondisi penggunaan bandwidth client setelah dilakukan limitasi bertingkat
Kondisi 1
Kondisi 1 menunjukkan ketika hanya 1 client saja yg menggunakan bandwidth, maka Client tersebut bisa mendapat hingga Max-Limit.
Perhitungan : Pertama Router akan memenuhi Limit-at Client yaitu 128kbps. Bandwitdh yang tersedia masih sisa 512kbps-128kbps=384kbps. Karena client yang lain tidak aktif maka 384kbps yang tersisa akan diberikan lagi ke Client1 sehingga mendapat 128kbps+384kbps =512kbps atau sama dengan max-limit.
Kondisi 2
Kondisi 2 menggambarkan ketika hanya 2 client yang menggunakan bandwidth.
Perhitungan : Pertama
router akan memberikan limit-at semua client terlebih dahulu. Akumulasi
Limit-at untuk 2 client = 128kbps x 2 =256kbps . Bandwidth total masih
tersisa 256kbps. Sisa diberikan kemana.? Akan dibagi rata ke kedua
Client.
Sehingga tiap client mendapat Limit-at + (sisa bandwidth / 2) = 128kbps+128kbps =256kbps
Sehingga tiap client mendapat Limit-at + (sisa bandwidth / 2) = 128kbps+128kbps =256kbps
Kondisi 3
Kondisi 3 menunjukkan apabila semua client menggunakan bandwidth.
Perhitungan: Pertama
Router akan memenuhi Limit-at tiap client lebih dulu, sehingga
bandwidth yang digunakan 128kbps x 3 = 384kbps. Bandwidth total masih
tersisa 128kbps. Sisa bandwidth akan dibagikan ke ketiga client secara
merata sehingga tiap client mendapat 128kbps + (128kbps/3) = 170kbps.
Pada Limitasi bertingkat ini juga bisa diterapkan Priority untuk client. Nilai priority queue adalah 1-8 dimana terendah 8 dan tertinggi 1.
Contoh :
Client 1 adalah VVIP user, maka bisa diberikan Priority 1 (tertinggi).
Client 1 adalah VVIP user, maka bisa diberikan Priority 1 (tertinggi).
Jika kita menerapkan priority perhitungan pembagian bandwidth hampir sama dengan sebelumnya. Hanya saja setelah limit-at semua client terpenuhi, Router akan melihat priority client. Router akan mencoba memenuhi Max-Limit client priority tertinggi dengan bandwidth yang masih tersedia.
Perhitungan: Client 1 mempunyai priority tertinggi maka router akan mencoba memberikan bandwidth sampai batas Max-Limit yaitu 512kbps. Sedangkan bandwidth yang tersisa hanya 128kbps, maka Client1 mendapat bandwidth sebesar Limit-at + Sisa Bandwidth = 128kbps+128kbps = 256kbps
Konsep pembagian bandwidth ini mirip ketika anda berlangganan internet dengan sistem Bandwidth share.
Limitasi bertingkat juga bisa diterapkan ketika dibutuhkan sebuah pengelompokkan pembagian bandwidth.
Bypass Traffic Lokal
Ketika kita melakukan implementasi Simple Queue, dengan hanya berdasarkan target-address, maka Router hanya akan melihat dari mana traffic itu berasal. Sehingga kemanapun tujuan traffic nya (dst-address) tetap akan terkena limitasi. Tidak hanya ke arah internet, akan tetapi ke arah jaringan Lokal lain yang berbeda segment juga akan terkena limitasi.
Contoh :
· IP LAN 1 : 192.168.10.0/24
· IP LAN 2 : 192.168.11.0/24
Jika hanya dibuat Simple Queue dengan target-address : 192.168.10.0/24, traffic ke arah 192.168.11.0/24 juga akan terlimit. Agar traffic ke arah jaringan lokal lain tidak terlimit, kita bisa membuat Simple Queue baru dengan mengisikan dst-address serta tentukan Max-Limit sebesar maksimal jalur koneksi, misalnya 100Mbps. Kemudian letakkan rule tersebut pada urutan teratas (no. 0).
Rule Simple Queue dibaca dari urutan teratas (no. 0) sehingga dengan pengaturan tersebut traffic dari LAN1 ke LAN2 dan sebaliknya maksimum transfer rate sebesar 100Mbps atau setara dengan kecepatan kabel ethernet.
Burst
Pada saat kita mengatur penggunaan bandwidth jaringan dengan menggunakan Mikrotik, kita akan menemukan istilah burst yang meliputi burst-threshold dan burst-limit.
Sebelumnya kita akan membicarakan dahulu limit-at dan max-limit.
Limit-at adalah minimum bandwidth yang akan telah diberikan/dialokasikan. Limit-at merupakan dedicated bandwidth jika dibagikan secara benar. Limit-at juga merupakan minimum bandwidth yang akan didapatkan jika pembagian dilakukan dengan benar.
Max-limit adalah max bandwidth yang akan didapatkan jika jaringan tidak terpakai.
Berbicara mengenai burst, burst adalah bandwitdh tambahan di atas max-limit yang mungkin didapatkan dalam kondisi tertentu.
Burst akan terjadi jika average-rate dari queue lebih kecil dari setting burst-threshold.
Burst akan berhenti jika average-rate dari queue sama atau lebih besar dari setting burst-threshold.
Burst-max adalah speed maksimal yang mungkin didapatkan saat kondisi burst. Lamanya burst tergantung average-rate dari queue dan juga setting yang kita berikan.
PCQ Configuration
Digunakan untuk mengenali arah arus dan digunakan karena dapat membagai bandwidth secara adil, merata dan masif. PCQ pada mikrotik digunakan bersamaan dengan fitur Queue, baik Simple Queue maupun Queue Tree.
Untuk lebih mudah memahami konsep PCQ, silakan simak analogi berikut ini :
Saya punya 10 PC yang akan saya bagikan bandwidth maksimal 1 Mb dan bandwidth minimal tiap PC 256 kb. Jika hanya satu PC saya yang online maka dia akan dapat BW max 1 Mb, namun jika ada dua PC yang online BW dibagi 2, dan seterusnya hingga 10 dengan pembagian bandwidth yang merata.
Nah, untuk membuat konfigurasi seperti ini, saya harus membuat 1 rule parent Queue dan 10 rule child Queue untuk tiap client. Untuk kondisi sekarang yang hanya 10 PC it's ok, ga masalah. Namun bayangkan jika PC nya ada 100? 200? Gimana kalau yang saya kelola adalah jaringan WiFi Hotspot dengan client yg ga tentu jumlah nya? Apa iya saya harus membuat ratusan rule untuk tiap client? Capek dongg..
Oleh karena itu, saya dapat gunakan fitur PCQ ini untuk melakukan manajemen bandwidth secara massive kepada semua client secara besar-besaran. Dengan menggunakan PCQ ini, walaupun jumlah client tidak tentu dan sangat banyak, kita hanya perlu membuat satu atau dua konfigurasi Queue. Enak kan?
Penjelasan Beberapa Argumen di PCQ:
PCQ Classifier berfungsi mengklasifikasikan arah koneksi, Misalnya jika Classifier yang digunakan adalah src-address pada Local interface, maka aliran pcq akan menjadi koneksi upload. Begitu juga dgn dst-address akan menjadi pcq download.
PCQ rate berfungsi untuk membatasi bandwidth maksimum yang bisa didapatkan. Dengan memasukkan angka pada rate ini (default: 0) maka maksimal download yang akan didapatkan per IP akan dibatasi mis. 128k (kbps).
Limit berfungsi untuk membatasi jumlah koneksi paralel yang diperkenankan bagi tiap IP. artinya bila kita meletakkan nilai 50, maka cuma 50 koneksi simultan yang bisa didapat oleh 1 IP address (baik itu source / destination).
Total Limit adalah total keseluruhan koneksi paralel yang diperkenankan untuk seluruh ip addresss (baik itu source ataupun destination).
Tunnel, PPP, IP Pool, Secure local network, Point-to-point address, PPPoE, PPTP, SSTP
Tunnel
IP tunnel adalah kanal jaringan komunikasi Protokol Internet (IP) antara dua jaringan komputer yang digunakan untuk transportasi menuju jaringan lain dengan mengkapsulkan paket ini. IP Tunnel sering kali digunakan untuk menghubungkan dua jaringan IP tidak bergabung yang tidak memiliki alamat penjaluran asli (native routing path) ke lainnya, melalui protokol penjaluran utama melewati jaringan transportasi tingkat menegah. Bersama dengan protokol IPsec keduanya kemungkinan digunakan untuk membuat jaringan maya pribadi (Virtual Private Network) antara dua atau lebih jaringan pribadi melewati jaringan umum misalnya internet. Penggunaan umum lainya adalah untuk menghubungkan antara instalsi IPv6 dan IPv4 internet.
Dalam melakukan IP tunel, setiap paket IP, termasuk informasi pengalamatan dari sumber dan tujuan jaringan IP, dikapsulasi dengan format paket asali lainnya ke jaringan antara (transit network).
Di batas antara jaringan sumber ke jaringan antara serta antara jaringan antara ke jaringan tujuan, gerbang jaringan (Gateways) digunakan untuk membangun titik akhir IP tunnel antar jaringan. Kemudian, titik akhir IP tunnel menjadi penjalur IP asali (native IP routers) yang membuat standar penjalur IP antara jaringan sumber dan jaringan tujuan.
PPP (Point to Point Protocol)
PPP (Point-to-Point Protocol) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN).
Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link (layer 2) dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya.
Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna.
Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.
PPP (Point to Point Protocol)
PPP (Point-to-Point Protocol) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN).Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link (layer 2) dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya.
Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna.
Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.
Ip Pool
IP Pool Mikrotik adalah salah satu fitur pada Mikrotik yang berfungsi untuk menentukan range (rentang) IP Address yang dapat digunakan pada DHCP Server maupun koneksi point-to-point (ppp). IP Pool mengelompokkan IP Address untuk keperluan lanjutan, seperti pemberian IP Address kepada client.Secure Local Network
PPPoE (Point to Point Protocol over Ethernet) protokol menyediakan manajemen pengguna, manajemen jaringan dan akuntansi manfaat yang luas untuk ISP dan administrator jaringan. Saat PPPoE digunakan terutama oleh ISP untuk mengontrol koneksi klien untuk xDSL dan modem kabel serta jaringan Ethernet biasa. PPPoE merupakan perpanjangan dari Point standar untuk Point Protocol (PPP). Perbedaan antara mereka dinyatakan dalam metode transportasi: PPPoE mempekerjakan Ethernet bukannya koneksi modem serial.
Secara umum, PPPoE digunakan untuk membagikan alamat IP untuk klien berdasarkan otentikasi dengan nama pengguna (dan juga jika diperlukan, oleh workstation) sebagai lawan workstation hanya otentikasi mana alamat IP statis atau DHCP digunakan. Disarankan untuk tidak menggunakan alamat IP statis atau DHCP pada interface yang sama seperti PPPoE untuk alasan keamanan jelas.
PPPoE client dan server bekerja atas setiap Layer2 antarmuka tingkat Ethernet pada router - wireless 802.11 (Aironet, Cisco, WaveLAN, Prism, Atheros), 10/100/1000 Mbit / s Ethernet, RadioLan dan EoIP (Ethernet over IP tunnel).
Secara umum, PPPoE digunakan untuk membagikan alamat IP untuk klien berdasarkan otentikasi dengan nama pengguna (dan juga jika diperlukan, oleh workstation) sebagai lawan workstation hanya otentikasi mana alamat IP statis atau DHCP digunakan. Disarankan untuk tidak menggunakan alamat IP statis atau DHCP pada interface yang sama seperti PPPoE untuk alasan keamanan jelas.
PPPoE client dan server bekerja atas setiap Layer2 antarmuka tingkat Ethernet pada router - wireless 802.11 (Aironet, Cisco, WaveLAN, Prism, Atheros), 10/100/1000 Mbit / s Ethernet, RadioLan dan EoIP (Ethernet over IP tunnel).
Point To Point Address
Pengalamatan IP Address pada jaringan merupakan hal yang sangat penting. Cara yang lazim digunakan adalah dengan melakukan pengelompokan atau pembagian dengan cara subneting. Sebelumnya sudah pernah dibahas dalam artikel TCP/IP : IP AddressPada umumnya, untuk menghubungkan 2 buah perangkat kita akan menggunakan IP dengan minimal subnet /30 , dimana akan terdapat 2 usable/host IP.
Pada Mikrotik, kebutuhan tersebut bisa dipehuhi dengan hanya menggunakan IP subnet /32 atau single IP. Contoh yang paling jelas terlihat adalah pada penerapan VPN PPTP Tunnel. Parameter Local dan Remote Address pada pengaturan Secret PPTP Server menggunakan IP dengan /32. Silakan baca kembali artikel Simple PPTP.
Setelah PPTP Tunnel terbentuk, akan muncul IP Address baru pada kedua sisi Router dengan subnet /32. Jika dibandingkan antara site A (server) dan site B (client), terdapat perbedaan posisi IP Address.
Selain pada service VPN, point to point addressing bisa diterapkan secara manual pada pemasangan 2 buah perangkat yang terhubung langsung. Konsep sama, yakni menggunakan IP Address perangkat lawan sebagai network.
Metode ini banyak digunakan oleh provider (ISP) dengan tujuan efisiensi penggunaan IP Public.
Sebagai contoh, alokasi IP Address untuk Client dari sebuah ISP adalah 222.152.211.0/30 . Jika menggunakan konsep pada umumnya, ISP akan memasangkan 1 Host IP dari range subnet /30 tersebut sebagai gateway, sehingga client hanya akan mendapatkan 1 Host IP yang bisa dipasang pada perangkat nya.
Akan tetapi dengan konsep point to point addressing, IP 222.152.211.0/30 akan sepenuhnya diberikan ke client, sehingga client mempunyai 2 Host IP.
PPPoE
Protokol jaringan untuk mengenkapsulasi Point-to-Point Protocol (PPP) frame dalam frame Ethernet. Hal ini digunakan terutama dengan layanan DSL di mana pengguna individu terhubung ke modem DSL over Ethernet dan di dataran jaringan Ethernet Metro. Ini dikembangkan oleh UUNET, Redback Networks dan RouterWare (sekarang Wind River Systems) dan tersedia sebagai informasi RFC 2516.
Jaringan Ethernet berbasis paket dan tidak memiliki konsep sambungan atau sirkuit dan juga kurangnya fitur keamanan dasar untuk melindungi terhadap konflik IP dan MAC dan jahat DHCP server. Dengan menggunakan PPPoE, pengguna hampir dapat "memanggil" dari satu komputer ke komputer lain melalui jaringan Ethernet, membentuk titik ke titik koneksi antara mereka dan kemudian aman transportasi paket data melalui koneksi tersebut. Hal ini terutama digunakan oleh perusahaan telepon, karena PPPoE mudah terintegrasi dengan warisan dial-up sistem AAA dan cocok dengan sempurna ke dalam tulang punggung ATM. Protokol juga memungkinkan unbundling sangat mudah DSLAMs mana yang dipersyaratkan oleh regulator, karena pengguna hanya akan menggunakan login yang berbeda ke dalam PPP, maka sirkuit ATM akan diteruskan ke pengguna ISP. Juga pra-bayar model ember lalu lintas bisnis dapat dibuat dengan PPPoE lebih mudah dibandingkan dengan DHCP atau beberapa pengguna multiplexing dengan tingkatan kecepatan yang berbeda atau QoS melalui 1 modem DSL atau dengan menciptakan login yang berbeda untuk setiap IP statis dibeli oleh pelanggan.
PPPoE menghadapi masa sulit. MPLS / IP backbone dan IP-DSLAMs dianggap norma dan sirkuit beralih teknologi keluarga (ATM / PDH) dipanggil warisan teknologi [kutipan diperlukan]. Pseudowire dan VoIP dapat digunakan untuk berhubungan dengan pelanggan warisan dan peralatan. PPPoE memiliki metode pengiriman biaya overhead tertinggi DSL. Jumlah overhead ditambahkan oleh PPPoE tergantung pada ukuran paket karena PPPoE menambah 8 byte untuk setiap paket [3]. Jika paket besar, katakanlah 1492 byte, biaya overhead hanya 0,54 % ((1500-1492) / 1492). Jika paket kecil sekalipun, seperti lalu lintas yang dibutuhkan oleh aplikasi web tertentu, VoIP atau game online, biaya overhead dapat jauh lebih besar. Sebagai contoh, jika koneksi VoIP khusus yang digunakan ukuran paket 60 byte, koneksi PPPoE menambahkan overhead 15,3%. ATM, karena overhead, adalah juga sedang dibersihkan dan PPPoE pergi keluar dengan itu. Sebagai contoh, Verizon FIOS produk telah dikonversi untuk menggunakan DHCP akses internet bukan pengiriman PPPoE. GPON, upgrade BPON, menambahkan alternatif ke ATM. Jaringan PPPoE menghadapi kesulitan dalam menambahkan multicasting dan tingkat banyak QoS dan overhead terendah untuk kecepatan tertinggi untuk IPTV dalam konvergensi saat ini dan jaringan triple play.
Jaringan Ethernet berbasis paket dan tidak memiliki konsep sambungan atau sirkuit dan juga kurangnya fitur keamanan dasar untuk melindungi terhadap konflik IP dan MAC dan jahat DHCP server. Dengan menggunakan PPPoE, pengguna hampir dapat "memanggil" dari satu komputer ke komputer lain melalui jaringan Ethernet, membentuk titik ke titik koneksi antara mereka dan kemudian aman transportasi paket data melalui koneksi tersebut. Hal ini terutama digunakan oleh perusahaan telepon, karena PPPoE mudah terintegrasi dengan warisan dial-up sistem AAA dan cocok dengan sempurna ke dalam tulang punggung ATM. Protokol juga memungkinkan unbundling sangat mudah DSLAMs mana yang dipersyaratkan oleh regulator, karena pengguna hanya akan menggunakan login yang berbeda ke dalam PPP, maka sirkuit ATM akan diteruskan ke pengguna ISP. Juga pra-bayar model ember lalu lintas bisnis dapat dibuat dengan PPPoE lebih mudah dibandingkan dengan DHCP atau beberapa pengguna multiplexing dengan tingkatan kecepatan yang berbeda atau QoS melalui 1 modem DSL atau dengan menciptakan login yang berbeda untuk setiap IP statis dibeli oleh pelanggan.
PPPoE menghadapi masa sulit. MPLS / IP backbone dan IP-DSLAMs dianggap norma dan sirkuit beralih teknologi keluarga (ATM / PDH) dipanggil warisan teknologi [kutipan diperlukan]. Pseudowire dan VoIP dapat digunakan untuk berhubungan dengan pelanggan warisan dan peralatan. PPPoE memiliki metode pengiriman biaya overhead tertinggi DSL. Jumlah overhead ditambahkan oleh PPPoE tergantung pada ukuran paket karena PPPoE menambah 8 byte untuk setiap paket [3]. Jika paket besar, katakanlah 1492 byte, biaya overhead hanya 0,54 % ((1500-1492) / 1492). Jika paket kecil sekalipun, seperti lalu lintas yang dibutuhkan oleh aplikasi web tertentu, VoIP atau game online, biaya overhead dapat jauh lebih besar. Sebagai contoh, jika koneksi VoIP khusus yang digunakan ukuran paket 60 byte, koneksi PPPoE menambahkan overhead 15,3%. ATM, karena overhead, adalah juga sedang dibersihkan dan PPPoE pergi keluar dengan itu. Sebagai contoh, Verizon FIOS produk telah dikonversi untuk menggunakan DHCP akses internet bukan pengiriman PPPoE. GPON, upgrade BPON, menambahkan alternatif ke ATM. Jaringan PPPoE menghadapi kesulitan dalam menambahkan multicasting dan tingkat banyak QoS dan overhead terendah untuk kecepatan tertinggi untuk IPTV dalam konvergensi saat ini dan jaringan triple play.
PPTP
Adalah suatu protokol jaringan yang memungkinkan pengiriman data secara aman dari remote client kepada server perusahaan swasta dengan membuat suatu virtual private network (VPN) melalui jaringan data berbasis TCP/IP.
PPTP merupakan protokol jaringan yang memungkinkan pengamanan transfer
data dari remote client (client yang berada jauh dari server) ke server pribadi perusahaan dengan membuat sebuah VPN melalui TCP/IP (Snader, 2005). Protokol ini dikembangkan oleh Microsoft dan Cisco.
Teknologi jaringan PPTP merupakan pengembangan dari remote access Point-to-Point protocol yang dikeluarkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF).
PPTP merupakan protokol jaringan yang merubah paket PPP menjadi IP datagram agar dapat ditransmisikan melalui intenet. PPTP juga dapat digunakan pada jaringan private LAN-to-LAN. PPTP terdapat sejak dalam sistem operasi Windows NT server dan Windows NT Workstation versi 4.0. Komputer yang berjalan dengan sistem operasi tersebut dapat menggunakan protokol PPTP dengan aman untuk terhubung dengan private network sebagai client dengan remote access melalui internet. PPTP juga dapat digunakan oleh komputer yang terhubung dengan LAN untuk membuat VPN melalui LAN.
Fasilitas utama dari penggunaan PPTP adalah dapat digunakannya public-switched telephone network (PSTN) untuk membangun VPN. Pembangunan PPTP yang mudah dan berbiaya murah untuk digunakan secara luas menjadi solusi untuk remote user dan mobile user, karena PPTP memberikan keamanan dan enkripsi komunikasi melalui PSTN ataupun internet.
Teknologi jaringan PPTP merupakan perluasan dari remote access Point-to-Point protocol yang telah dijelaskan dalam RFC 1171 yang berjudul “The Point-to-Point Protocol for the Transmission of Multi-Protocol Datagrams over Point-to-Point Links” . PPTP adalah suatu protokol jaringan yang membungkus paket PPP ke dalam IP datagram untuk transmisi yang dilakukan melalui internet atau jaringan publik berbasis TCP/IP. PPTP dapat juga digunakan pada jaringan LAN-to-LAN.
Fitur penting dalam penggunaan PPTP adalah dukungan terhadap VPN dengan menggunakan Public-Switched Telephone Networks (PSTNs). PPTP menyederhanakan dan mengurangi biaya dalam penggunaan pada perusahaan besar dan sebagai solusi untuk remote atau mobile users karena PPTP memberikan komunikasi yang aman dan terenkripsi melalui line public telephone dan internet.
Secara umum, terdapat tiga komponen di dalam komputer yang menggunakan PPTP yaitu:
PPTP client
Network Access Server
PPTP server
Cara Kerja VPN
VPN membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antar PC, Server VPN ini bisa berupa komputer dengan aplikasi VPN Server atau sebuah Router, misalnya MikroTik RB 750.
Untuk memulai sebuah koneksi, komputer dengan aplikasi VPN Client mengontak Server VPN, VPN Server kemudian memverifikasi username dan password dan apabila berhasil maka VPN Server memberikan IP Address baru pada komputer client dan selanjutnya sebuah koneksi / tunnel akan terbentuk.
Untuk selanjutnya komputer client bisa digunakan untuk mengakses berbagai resource (komputer atu LAN) yang berada dibelakang VPN Server misalnya melakukan transfer data, ngeprint dokument, browsing dengan gateway yang diberikan dari VPN Server, melakukan remote desktop dan lain sebagainya.
Keuntungan atau Manfaat VPN:
Beberapa keuntungan dari teknologi VPNdiantaranya adalah:
Remote Access, dengan VPN kita dapat mengakses komputer atau jaringan kantor, dari mana saja selama terhubung ke internet
Keamanan, dengan koneksi VPN kita bisa berselancar dengan aman ketika menggunakan akses internet publik seperti hotspot atau internet cafe.
Menghemat biaya setup jaringan, VPN dapat digunakan sebagai teknologi alternatif untuk menghubungkan jaringan lokal yang luas dengan biaya yang relatif kecil, karena transmisi data teknologi VPN menggunakan media jaringan public yang sudah ada tanpa perlu membangun jaringan pribadi.
dan lain2 yang saya belum mengerti
Kekurangan atau Kelemahan VPN
Setiap ada kelebihan pasti ada kekurangannya, beberapa kekurangan dari VPN diantaranya adalah:
Koneksi internet (jaringan publik) yang tidak bisa kita prediksi. Hal ini dapat kita maklumi karena pada dasarnya kita hanya “nebeng” koneksi pada jaringan pihak lain sehingga otomatis kita tidak mempunyai kontrol terhadap jaringan tersebut.
Perhatian lebih terhadap keamanan. Lagi-lagi karena faktor penggunaan jaringan publik, maka kita perlu memberikan perhatian yang lebih untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyadapan, hacking dan tindakan cyber crime pada jaringan VPN.
PPTP merupakan protokol jaringan yang memungkinkan pengamanan transfer
data dari remote client (client yang berada jauh dari server) ke server pribadi perusahaan dengan membuat sebuah VPN melalui TCP/IP (Snader, 2005). Protokol ini dikembangkan oleh Microsoft dan Cisco.
Teknologi jaringan PPTP merupakan pengembangan dari remote access Point-to-Point protocol yang dikeluarkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF).
PPTP merupakan protokol jaringan yang merubah paket PPP menjadi IP datagram agar dapat ditransmisikan melalui intenet. PPTP juga dapat digunakan pada jaringan private LAN-to-LAN. PPTP terdapat sejak dalam sistem operasi Windows NT server dan Windows NT Workstation versi 4.0. Komputer yang berjalan dengan sistem operasi tersebut dapat menggunakan protokol PPTP dengan aman untuk terhubung dengan private network sebagai client dengan remote access melalui internet. PPTP juga dapat digunakan oleh komputer yang terhubung dengan LAN untuk membuat VPN melalui LAN.
Fasilitas utama dari penggunaan PPTP adalah dapat digunakannya public-switched telephone network (PSTN) untuk membangun VPN. Pembangunan PPTP yang mudah dan berbiaya murah untuk digunakan secara luas menjadi solusi untuk remote user dan mobile user, karena PPTP memberikan keamanan dan enkripsi komunikasi melalui PSTN ataupun internet.
Teknologi jaringan PPTP merupakan perluasan dari remote access Point-to-Point protocol yang telah dijelaskan dalam RFC 1171 yang berjudul “The Point-to-Point Protocol for the Transmission of Multi-Protocol Datagrams over Point-to-Point Links” . PPTP adalah suatu protokol jaringan yang membungkus paket PPP ke dalam IP datagram untuk transmisi yang dilakukan melalui internet atau jaringan publik berbasis TCP/IP. PPTP dapat juga digunakan pada jaringan LAN-to-LAN.
Fitur penting dalam penggunaan PPTP adalah dukungan terhadap VPN dengan menggunakan Public-Switched Telephone Networks (PSTNs). PPTP menyederhanakan dan mengurangi biaya dalam penggunaan pada perusahaan besar dan sebagai solusi untuk remote atau mobile users karena PPTP memberikan komunikasi yang aman dan terenkripsi melalui line public telephone dan internet.
Secara umum, terdapat tiga komponen di dalam komputer yang menggunakan PPTP yaitu:
PPTP client
Network Access Server
PPTP server
Cara Kerja VPN
VPN membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antar PC, Server VPN ini bisa berupa komputer dengan aplikasi VPN Server atau sebuah Router, misalnya MikroTik RB 750.
Untuk memulai sebuah koneksi, komputer dengan aplikasi VPN Client mengontak Server VPN, VPN Server kemudian memverifikasi username dan password dan apabila berhasil maka VPN Server memberikan IP Address baru pada komputer client dan selanjutnya sebuah koneksi / tunnel akan terbentuk.
Untuk selanjutnya komputer client bisa digunakan untuk mengakses berbagai resource (komputer atu LAN) yang berada dibelakang VPN Server misalnya melakukan transfer data, ngeprint dokument, browsing dengan gateway yang diberikan dari VPN Server, melakukan remote desktop dan lain sebagainya.
Keuntungan atau Manfaat VPN:
Beberapa keuntungan dari teknologi VPNdiantaranya adalah:
Remote Access, dengan VPN kita dapat mengakses komputer atau jaringan kantor, dari mana saja selama terhubung ke internet
Keamanan, dengan koneksi VPN kita bisa berselancar dengan aman ketika menggunakan akses internet publik seperti hotspot atau internet cafe.
Menghemat biaya setup jaringan, VPN dapat digunakan sebagai teknologi alternatif untuk menghubungkan jaringan lokal yang luas dengan biaya yang relatif kecil, karena transmisi data teknologi VPN menggunakan media jaringan public yang sudah ada tanpa perlu membangun jaringan pribadi.
dan lain2 yang saya belum mengerti
Kekurangan atau Kelemahan VPN
Setiap ada kelebihan pasti ada kekurangannya, beberapa kekurangan dari VPN diantaranya adalah:
Koneksi internet (jaringan publik) yang tidak bisa kita prediksi. Hal ini dapat kita maklumi karena pada dasarnya kita hanya “nebeng” koneksi pada jaringan pihak lain sehingga otomatis kita tidak mempunyai kontrol terhadap jaringan tersebut.
Perhatian lebih terhadap keamanan. Lagi-lagi karena faktor penggunaan jaringan publik, maka kita perlu memberikan perhatian yang lebih untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyadapan, hacking dan tindakan cyber crime pada jaringan VPN.
SSTP
SSTP Adalah salah satu VPN yang menggunakan TLS 1 channel yang berjalan pada protocol TCP Pada port 443.
Langsung saja konfigurasinya adalah sebagai berikut.
Untuk server, aktifkan SSTP Server seperti gambar di bawah ini.
Untuk server, aktifkan SSTP Server seperti gambar di bawah ini.

Jika sudah di aktifkan, Buat terlebih dahulu profile baru seperti gambar di bawah ini.

Jika anda sudah membuat profile baru, maka pada konfigurasi tersebut dapat memudahkan. Klik apply>OK. Untuk membuat password, Buat secret dan buat password dan pilih profile baru yang sudah di buat.
Selanjutnya, Buatlah IP Route ke gateway dan dst-address lawan seperti gambar di bawah ini.

Selanjutnya, saya akan membuat bagian client.
Untuk client, Buatlah Dial out seperti gambar di bawah ini.

Jika sudah selesai, Klik apply>OK Dan pastikan Pada dial out tersebut sudah running seperti gambar di bawah ini.

Jika sudah running maka pada konfigurasi tersebut sudah berhasil.
Selanjutnya, Buatlah Route dengan gateway dan dst-address IP Lawan seperti gambar di bawah ini.

Jika sudah selesai, klik apply>OK Maka akan muncul seperti gambar di bawah ini (Pastikan pada rule tersebut sudah AS)

Jika sudah mendapat flag AS Maka pada laptop tersebut sudah bisa ping dan bisa sharing file dan jika sudah ada flag S, maka konfigurasi tersebut gagal dan pada SSTP Client tersebut tidak running.
Uji coba Ping client ke server, selamat, konfigurasi SSTP pada MikroTik berhasil.
RouterOs Tools
Saat ini sudah banyak system operasi yang dapat digunakan sebagai router, mulai yang paling sederhana hingga yang sangat canggih. Dari sekian banyak system operasi tersebut yang paling populer dan mulai banyak digunakan adalah mikrotik. Mikrotik mudah digunakan, dan sanggat canggih sehingga tidak memerlukan kemampuan teknis yang tinggi, sehingga para pemula pun akan mudah untuk menggunakannya. Mikrotik dapat digunakan dalam 2 tipe, yaitu dalam bentuk perangkat keras dan perangkat lunak, dimana keduanya terpasang secara sinkron agar dapat bekerja dengan baik. Dalam bentuk perangkat keras, Mikrotik biasanya sudah diinstalasi pada suatu board tertentu, sedangkan dalam bentuk perangkat lunak, Mikrotik merupakan satu distro Linux yang memang dikhususkan untuk fungsi router. Mikrotik routerOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk network dan jaringan wireless.
Metode Konfigurasi
1. via console
Mikrotik router board ataupun PC dapat diakses langsung via console/ shell maupun remote akses menggunakan putty (www.putty.nl)
2. via winbox
Mikrotik bisa juga diakses/remote menggunakan software tool winbox. Winbox console digunakan untuk mengakses feature konfigurasi dan manajemen MikroTik Router dengan menggunakan alat pengguna grafis (GUI).
3. via web
Mikrotik juga dapat diakses via web/port 80 dengan menggunakan browser
Pelevelan
Mikrotik RouterOS hadir dalam berbagai level. Tiap level memiliki kemampuannya masing-masing, mulai dari level 3, hingga level 6. Secara singkat, level 3 digunakan untuk router berinterface ethernet, level 4 untuk wireless client atau serial interface, level 5 untuk wireless AP, dan level 6 tidak mempunyai limitasi apapun. Untuk aplikasi hotspot, bisa digunakan level 4 (200 user), level 5 (500 user) dan level6 (unlimited user). Detail perbedaan masing-masing level dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Paket- paket yang disediakan oleh Mikrotik
Mikrotik memberikan pilihan paket-paket yang akan diinstal sesuai dengan kebutuhan. Paket- paket yang disediakan oleh Mikrotik diantaranya adalah:
A. System
Paket yang wajib diinstal karena merupakan inti dari Mikrotik.
B. PPP
PPP(Point to Point Protocol) merupakan paket yang memuat protokol PPP. Paket ini diperlukan untuk fitur komunikasi serial dengan menggunakan PPP, ISDN PPP, L2TP, dan PPTP serta komunikasi PPP on Ethernet(PPPoE). Paket PPP digunakan untuk komunikasi Wide Area Network dengan menggunakan komunikasi serial mode asyncronous maupun mode synchronous.
C. DHCP
DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol), paket yang memuat fitur DHCP baik yang diperlukan untuk menjadi client maupun server.
D. Advanced –tools
Memuat fitur e-mail client, ping, netwatch, traceroute, bandwidth tester, traffic monitoring, mrtg, dan utility yang lain, yang sering diperlukan untuk mengetahui kondisi router maupun jaringan. Fitur Netwatch merupakan salah satu fitur yang memungkinkan Mikrotik menjadi lebih pintar dan dapat memilih konfigurasi berdasarkan script( urutan perintah) sesuai kondisi jaringan (netwatch).
E. Arlan
Merupakan dukungan mikrotik untuk penggunaan card ISA arlan 655 Wireless Interface agar dapat secara transparan berkomunikasi dengan lawannya.
F. GPS
Mikrotik dapat menggunakan penerima Global Poasitioning System(GPS) sebagai referensi waktu Network Time Protokol (NTP) dan lokasi.
G. Hotspot
Digunakan untuk melakukan authentication, authorization dan accounting pengguna yang melakukan access jaringan melalui gerbang hotspot. Pengguna hotspot sebelum melakukan access jaringan perlu melakukan authentication melalui web browser baik dengan protokol http maupun https(secure http).
H. ISDN
Mkrotik router dapat berfungsi sebagai ISDN client maupun server. Fungsi dial- up dapat diatur secara permanen ataupun dial-on- demand. IP address yang diberikan ISP dapat digunakan sebagai default route table.
I. LCD
Digunakan untuk menampilkan informasi kondisi sistem mikrotik melalui layer LCD mini yang tersambung ke paralel ataupun USB.
J. NTP
NTP ( Network Time Protocol) digunakan untuk menyelaraskan sistem waktu komputer dalam jaringan.
K. Radio LAN
Mikrotik mendukung penggunaan wireless radio LAN.
L. Router Board
Digunakan untuk mendukung penggunaan mikrotik pada papan rangkaian khusus. Papan rangkaian khusus tersebut pada dasarnya merupakan computer minimum (tanpa harddisk controller, vga dan sound) dengan kartu jaringan, catu daya lebih sederhana( cukup + 12 VDC) dan performa yang sangat minimum. Router board yag dapat digunakan mikrotik adalah router board 200 dan 500
M. Routing
Diperlukan jika jaringan menggunakan routing dynamic. Mikrotik dapat menggunakan RIP, OSPF, maupun BGP versi 4.
N. Security
Berisikan dukungan untuk keamanan komunikasi. Paket ini diperlukan oleh mikrotik untuk menjalankan IP security(IP Sec), Secure Shell, dan untuk menjalankan WinBox pada mode aman (secure).
O. Telepony
Berguna untuk mengatur layanan komunikasi dengan menggunakan Voice Over IP (VoIP). Paket ini selain memberikan fungsi gatekeeper juga mendukung penggunaan beberpa hardware VoIP terpasng pada Mikrotik Router OS.
P. UPS
Fitur ini memudahkan administrator memonitor dan mengamankan router dari kerusakan akibat gangguan catu daya. Untuk melakukan pengamanan tersebut router akan selalu memonitor kondisi baterai UPS saat catu daya utama tidak terdsedia. Jika kondisi baterai UPS dibawah 10% maka fitur ini memerintahkan rauter telah pada kondisi hibernate dan siap untuk kembali aktif saat catu daya utama kembali.
Q. Web Proxy
Proxy adalah suatu aplikasi yang menjadi perantara antara client dengan server, sehingga client tidak akan berhubungan langsung dengan server-server yang ada di Internet. Mikrotik memiliki fitur Web proxy yang bisa digunakan sebagai proxy server yang nantinya akan menjadi perantara antara browser user dengan web server di Internet.
Cara Kerja Web Proxy
Ketika user membuka suatu situs, maka browser akan mengirimkan HTTP request ke Server, namun karena computer user ini menggunakan web proxy maka proxy akan menerima HTTP request dari browser tersebut kemudian membuat HTTP request baru atas nama dirinya. HTTP request baru buatan Proxy inilah yang diterima oleh Server kemudian Server membalas dengan HTTP Response dan diterima oleh Proxy yang kemudian diteruskan ke browser user yang sebelumnya melakukan request.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar