WIRELESS
1.
Pengertian jaringan
nikrabel
2.
Pengertian
gelombang radio
Gelombang radio adalah gelombang yang memiliki jangkauan
frekuensi yang cukup luas dan biasanya dihasilkan oleh rangkaian isolator dalam
alat-alat elektronika. Spektrum gelombang radio dipisahkan dalam pita-pita
frekuensi atau panjang gelombang.
3.
Pengertain
polarisasi
Polarisasi adalah salah satu sifat cahaya, atau radiasi
elektromagnetik lainnya, yang dipahami dengan pengetahuan tentang gelombang
radiasi. Radiasi elektromagnetik adalah radiasi yang dihasilkan oleh medan
listrik dan magnet yang bergerak bersama-sama dengan kecepatan cahaya melalui
ruang.
4.
Pengertian spektrum elektromagnetik
A.
Panjang gelombang dikalikan dengan frekuensi, hasilnya kecepatan cahaya: 300 Mm/s, yaitu 300 MmHz
B. Energi dari foton adalah 4.1 feV per Hz, yaitu 4.1μeV/GHz.
C. Panjang gelombang dikalikan dengan energi per foton
adalah 1.24 μeVm.
Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam
beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang, pendek berenergi tinggi ,sampai
pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang.
Pembagian ini sebenarnya tidak begitu tegas dan tumbuh dari penggunaan praktis
yang secara historis berasal dari berbagai macam metode deteksi. Biasanya dalam
mendeskripsikan energi spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100
eV), dalam panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk
energi rendah (λ ≥ 0,5 mm). Istilah "spektrum optik" juga masih digunakan secara luas dalam
merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup sebagian
rentang panjang gelombang saja (320 - 700 nm)[1].
1.
Pengertian bandwith
Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang
dihitung dalam bit/detik atau yang biasanya disebut dengan bit per second
(bps), antara server dan client dalam waktu tertentu. Atau definisi bandwidth
yaitu luas atau lebar cakupan frekuensi yang dipakai oleh sinyal dalam medium
transmisi. Jadi dapat disimpulkan bandwidth yaitu kapasitas maksimum dari suatu
jalur komunikasi yang dipakai untuk mentransfer data dalam hitungan detik.
Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung transaksi data.
Bandwidth
komputer dalam jaringan komputer, bandwidth ini sering dipakai sebagai suatu
sinonim untuk data transfer rate, ialah jumlah data yang bisa dibawa dari
sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (biasanya dalam hitungan
detik). Bandwitdh pada jaringan komputer ini umumnya diukur dalam bits per
second (bps).
Jika kita menggunakan koneksi LAN (Local Area Network)
100 mbps, berarti idealnya dapat melakukan transaksi data maksimalnya sebesar
100 mega bit per second (mbps). Lalu jika suatu modem yang dapat bekerja pada
57,600 bps memiliki Bandwidth 2 kali lebih besar dari pada modem yang bekerja
pada 28,800 bps, jika koneksi komputer ke jaringan komputer memiliki Bandwidth
yang besar atau tinggi dapat memungkinkan pengiriman data yang besar juga
misalnya seperti pengiriman gambar dalam video presentation atau bahkan dapat
mengirim video.
Sama
halnya pada web Hosting, dengan bandwidth maka aka nada dimana kekuatan suatu
web hosting bisa melakukan transfer data dan informasi dengan cepat.
IDCloudHost menawarkan kapasitas bandwidth yang unlimited bisa kamu gunakan
untuk aktifitas dengan trafik yang sangat tinggi.
2.
Pengertian frekuensi dan kanal
Frekuensi merupakan dari banyaknya getaran yang terjadi
pada setiap waktu|
Rumus : f=N/t
Sedangkan untuk Pengertian Periode adalah jenjang waktu yang di butuhkan oleh suatu benda
untuk menempuh atu putaran (satu kali melingkar)
Rumus : T=t/N
Kemudian untuk Simpangan getaran dapat di artikan suatu
jarak antara kedudukan benda yang bergetar pada sewaktu-waktu hingga kembali ke
kedudukan yang seimbang.
Rumus : y=A.sinθ
Lalu, untuk Pengertian Amplitudo ialah suatu simpangan maksimum yang dilakukan pada
peristiwa getaran. Amplitudo sendiri mempunyai simbol A dan satuannya meter (m)
Keterangan:
f = Frekuensi (Hertz = Hz)
N = Jumlah getaran
t = Waktu (sekon = s)
T = Periode (sekon = s)
A = Amplitudo (meter = m)
θ “Dibaca theta” = Sudut elvasi (derajat = °)
3.
Pengertain line of sight
Line-of-sight propagation adalah karakteristik radiasi
elektromagnetik atau propagasi gelombang akustik yang berarti gelombang
berjalan di jalur langsung dari sumber ke penerima. Transmisi elektromagnetik
termasuk emisi cahaya yang bergerak dalam garis lurus.
4.
Pengertian prilaku gelombang radio
PERILAKU GELOMBANG RADIO
Ada beberapa aturan yang sangat ampuh pada saat
merencanakan pertama kali untuk jaringan nirkabel:
Semakin panjang panjang gelombang, semakin jauh gelombang
radio merambat.
Semakin panjang panjang gelombang, semakin mudah gelombang
radio melalui atau mengitari penghalang.
Semakin pendek panjang gelombang, semakin banyak data
yang dapat di kirim.
Aturan di atas, merupakan simplifikasi dari perilaku
gelombang secara umum, mungkin akan lebih mudah di mengerti melalui contoh.
Gelombang
panjang menjalar lebih jauh
Untuk daya pancar yang sama, gelombang dengan panjang
gelombang yang lebih panjang cenderung untuk dapat menjalar lebih jauh daripada
gelombang dengan panjang gelombang pendek. Effek ini kadang kala dapat terlihat
di radio FM, jika di bandingkan jarak pancar pemancar FM di wilayah 88MHz
dengan wilayah 108MHz. Pemancar dengan frekuensi yang lebih rendah cenderung
untuk dapat mencapai jarak yang lebih jauh di bandingkan dengan pemancar dengan
frekuensi yang tinggi pada daya yang sama.
Gelombang
panjang lebih mudah melewati penghalang
Sebuah gelombang di air yang panjang gelombang-nya 5
meter tidak akan di hentikan oleh sebuah potongan kayu yang panjangnya 5 mm di
air. Jika ada potongan kayu yang panjangnya 50 meter, misalnya kapal, maka
potongan kayu tersebut akan terbawa oleh gelombang tersebut. Jarak sebuah
gelombang dapat berjalan tergantung pada hubungan antara panjang gelombang
dengan ukuran penghalang yang ada di jalur rambatan gelombang.
Lebih sulit untuk menggambarkan gelombang bergerak
“menembus” objek padat, tapi hal ini merupakan salah satu hal biasa di
gelombang elektromagnetik. Gelombang dengan panjang gelombang yang panjang
(atau frekuensi makin rendah) cenderung untuk dapat menembus objek lebih baik di
bandingkan dengan yang panjang gelombang-nya pendek (frekuensi-nya lebih
tinggi).
Sebagai
contoh, radio FM (88-108MHz) dapat menembus bangunan atau berbagai halangan
dengan lebih mudah. Sementara yang gelombangnya lebih rendah, seperti,
handphone GSM yang bekerja pada 900MHz atau 1800MHz, akan lebih sukar untuk
menembus bangunan. Memang effek ini sebagian karena perbedaan daya pancar yang
digunakan di radio FM dengan GSM, tapi juga sebagian karena pendek-nya panjang
gelombang di sinyal GSM.
Panjang
gelombang yang pendek dapat membawa data lebih banyak
Semakin cepat gelombang berayun atau bergetar, semakin
banyak informasi yang dapat dia bawa – setiap getaran atau ayunan dapat,
contoh, digunakan untuk mengirimkan bit digital, ‘0’ atau ‘1’, ‘ya’ atau ‘tidak’.
Ada sebuah prinsip yang dapat di lihat di semua jenis
gelombang, dan amat sangat berguna untuk mengerti proses perambatan gelombang
radio. Prinsip tersebut di kenal sebagai Prinsip Huygens, yang diambil dari
nama Christiaan Huygens, seorang matematikawan, fisikawan, dan astronomer
Belanda 1629 – 1695.
Bayangkan jika anda menggunakan sebuah tongkat kecil dan
memasukan tongkat tersebut ke sebuah kolam yang airnya tenang, kemudian
menyebabkan air bergoyang bahkan mungkin berdansa. Gelombang akan meninggalkan
pusat dari tongkat – tempat anda memasukan tongkat – dalam bentuk lingkaran.
Jika kita perhatikan, jika ada partikel air yang
bergoyang, mereka akan menyebabkan partikel tetangga-nya untuk melakukan hal
yang sama dari semua pusat perubahan, maka gelombang sirkular yang baru akan di
mulai. Hal ini, dalam bentuk yang sederhana, adalah prinsip Huygens. Dari
terjemahan di wikipedia.org,
“Prinsip Huygens adalah metida analisis yang digunakan
untuk masalah perambatan / propagasi gelombang di batas medan jauh (far field).
Prinsip Huygens memahami bahwa setiap titik dalam gelombang berjalan adalah
pusat dari perubahan yang baru dan sumber dari gelombang yang lain, dan
gelombang berjalan secara umum dapat dilihat sebagai penjumlahan dari gelombang
yang muncul pada media yang bergerak. Cara pandang perambatan / propagasi
gelombang yang demikian sangat membantu dalam memahami berbagai fenomena
gelombang lainnya, seperti difraksi.”
Prinsip Huygens berlaku untuk gelombang radio maupun
gelombang di air, maupun suara bahkan cahaya – hanya saja panjang gelombang
cahaya sangat pendek sekali untuk memungkinkan manusia melihat efek Huygens
secara langsung.
Prinsip ini membantu kita untuk mengerti difrasi maupun
zone Fresnel, yang dibutuhkan untuk “line of sight” (LOS) maupun kenyataan
bahwa kadang-kadang kita dapat mengatasi wilayah tidak “line of sight”.
5.
Pengertian jaringan nirkabel 802.11
802.11
adalah sebuah standart yang digunakan dalam jaringan Wireless / jaringan
Nirkabel dan di implementasikan di seluruh peralatan Wireless yang ada. 802.11
dikeluarkan oleh IEEE sebagai standart komunikasi untuk bertukar data di udara
/ nirkabel.
Untuk berkomunikasi di udara /
wireless / tanpa kabel, standart 802.11 menyatakan bahwa operasinya adalah Half
Duplex, menggunakan frequensi yang sama untuk mengirim dan menerima data dalam
sebuah WLAN. Tidak diperlukan licensi untuk menggunakan standart 802.11, namun
harus mengikuti ketentuan yang telah di buat oleh FCC. IEEE mendefinisikan
standart agar sesuai dengan peraturan FCC. FCC tidak hanya mengatur Frekuensi
yang dapat di gunakan tanpa licensi tetapi juga level power dimana WLAN dapat
beroperasi, teknologi transmisi yang dapat digunakan, dan lokasi dimana
peralatan WLAN tertentu dapat di implementasikan.
Untuk mendapat Bandwidth dari Sinyal RF (Radio), kita
perlu mengirim data sebagai sinyal elektrik menggunakan metoda pemancaran
tertentu. Salah satunya adalah Spread Spectrum.Pada tahun 1986, FCC menyetujui
penggunaan Spread Spectrum di pasar komersial menggunakan apa yag disebut Pita
Frekuensi Industry, Scientific, dan Medical (ISM)/ ISM Band. Untuk meletakkan
data pada sinyal RF, perlu menggunakan teknik modulasi. Modulasi adalah teknik
penambahan data ke sinyal carier / pembawa. Yang sering dipakai dan sudah
familiar adalah Frequensi Modulation (FM) atau Amplitude Modulation (AM).
Semakin banyak informasi yang di letakkan pada signal,
spektrum frekuensi yang digunakan semakin banyak, atau dengan kata lain
Bandwidth. Dalam Wireless Networking, kata bandwidth bisa berarti dua hal yang
berbeda. Bandwidth dapat berarti data rate atau dapat berarti lebar puta dari
channel Radio (RF).
Pada Channel Radio non-license yang digunakan pada WLAN
untuk transmisi data ada pada Frekuensi 900 Mhz, 2.4 Ghz, dan 5 Ghz. Hal ini
dikontrol oleh FCC. Dan untuk pemakaian Frekuensi tersebut ditiap negara
masing-masing berbeda pengunaannya. Di Indonesia frekuensi 2.4 Ghz tidak
memerlukan Izin, kecuali frekuensi 5 Ghz dimana banyak digunakan oleh ISP ISP
karena ketahanannya terhadap interferensi.
IEEE 802.11a - 802.11b - 802.11g - 802.11n
- IEEE 802.11a
Yaitu standart jaringan wireless yang bekerja pada
frekuensi 5 GHz dengan kecepatan transfer datanya mencapai 58 Mbps. Sementara
802.11b masih dalam pengembangan, IEEE membuat ekstensi kedua dari 802.11 yang
disebut 802.11a. Karena 802.11b mendapatkan popularitas jauh lebih cepat
dibanding 802.11a, sebagian orang percaya bahwa 802.11a diciptakan setelah
802.11b. Faktanya, 802.11a dibuat pada waktu yang sama. Karena biaya yang lebih
tinggi, 802.11a biasanya ditemukan pada jaringan usaha yang lebih baik
sedangkan 802.11b melayani pasar dalam negeri.
802.11a mendukung bandwidth sampai 54 Mbps dan sinyal
berada dalam spektrum frekuensi teratur sekitar 5 GHz. Frekuensi yang lebih
tinggi dibandingkan dengan 802.11b yang berfrekuensi lebih pendek. Frekuensi
yang lebih tinggi berarti juga sinyal 802.11a lebih sulit menembus dinding dan
penghalang lainnya.
Karena 802.11a dan 802.11b menggunakan frekuensi yang
berbeda, kedua teknologi tidak kompatibel satu sama lain. Beberapa vendor
menawarkan hybrid 802.11a / b peralatan jaringan, tetapi produk ini hanya
melaksanakan dua sisi standar samping (masing-masing perangkat yang terhubung
harus menggunakan salah satu standar dalam pemakaiannya).
• Keuntungan dari 802.11a – kecepatan maksimum cukup
cepat; frekuensi diatur untuk mencegah interferensi sinyal dari perangkat lain.
• Kerugian 802.11a – biaya tertinggi; jangkauan sinyal
yang pendek, lebih mudah terhambat.
- IEEE 802.11b
Yaitu standart jaringan wireless yang masih menggunakan
frekuensi 2,4 GHz dengan kecepatan trasfer datanya mencapai 11 Mbps dan jangkau
sinyal sampai dengan 30 m.
IEEE berkembang lagi dari standar awal, 802.11, pada
bulan Juli 1999, menciptakan spesifikasi baru 802.11b. 802.11b mendukung
bandwidth sampai 11 Mbps, sebanding dengan Ethernet tradisional.
802.11b menggunakan sinyal frekuensi radio tidak teratur
yang sama (2,4 GHz) dengan standar 802.11 yang asli. Para vendor lebih suka
menggunakan frekuensi ini untuk menurunkan biaya produksi mereka. Karena tidak
beraturan, 802.11b ini dapat menimbulkan gangguan dari oven microwave, telepon
tanpa kabel, dan peralatan lain yang menggunakan frekuensi yang sama 2,4 GHz.
Namun, dengan menginstal 802.11b gear pada jarak yang wajar dari peralatan
lain, interferensi dengan mudah dapat dihindari.
• Keuntungan dari 802.11b – biaya terendah; jangkauan
sinyal yang baik dan tidak mudah terhalan.
• Kerugian 802.11b – kecepatan maksimumnya paling lambat;
peralatan rumah tangga dapat mengganggu frekuensi yang dihasilkan.
- IEEE 802.11g
Yaitu standart jaringan wireless yang merupakan gabungan
dari standart 802.11b yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz namun kecepatan
transfer datanya bisa mencapai 54 Mbps.
Pada tahun 2002 dan 2003, produk WLAN mendukung standar
baru yang disebut 802.11g. 802.11g mencoba untuk menggabungkan teknologi
terbaik dari kedua 802.11a dan 802.11b. 802.11g mendukung bandwidth sampai 54
Mbps, dan menggunakan frekuensi 2,4 Ghz untuk rentang yang lebih besar. 802.11g
kompatibel dengan 802.11b, yang berarti bahwa jalur akses 802.11g akan bekerja
dengan adapter jaringan nirkabel 802.11b dan sebaliknya.
• Kelebihan 802.11g – kecepatan maksimum lebih cepat;
jangkauan sinyal yang baik dan tidak mudah terhalan.
• Kerugian 802.11g – biaya lebih mahal dari 802.11b;
peralatan dapat terganggu pada sinyal frekuensi yang tidak teratur.
- IEEE 802.11n
Yaitu standart jaringan wireless masa depan yang bekerja
pada frekuensi 2,4 Ghz dan dikabarkan kecepatan transfer datanya mencapai
100-200 Mbps.
Standar IEEE terbaru dalam kategori Wi-Fi adalah 802.11n.
Ia dirancang untuk memperbaiki fitur 802.11g dalam jumlah bandwidth yang
didukung dengan memanfaatkan beberapa sinyal nirkabel dan antena (disebut MIMO
teknologi).
Ketika standar ini selesai, koneksi 802.11n harus
mendukung kecepatan data yang lebih dari 100 Mbps. 802.11n juga menawarkan
jangkauan yang lebih baik dari standar Wi-Fi sebelumnya karena intensitas
sinyal meningkat. Peralatan 802.11n akan kompatibel dengan alat-alat 802.11g.
• Keunggulan dari 802.11n – kecepatan maksimum serta
jangkauan sinyal tercepat dan terbaik; lebih tahan terhadap sinyal interferensi
dari sumber-sumber luar.
• Kelemahan 802.11n – standar belum selesai; biaya lebih
tinggi dari 802.11g, penggunaan beberapa sinyal akan sangat mungkin terganggu
bila berdekatan dengan 802.11b/g berbasis jaringan.
6.
Pengertian antenna
dan jalur transmisi
Antena
adalah alat untuk mengirim dan menerima gelombang elektromagnetik, bergantung
kepada pemakaian dan penggunaan frekuensinya, antena bisa berwujud berbagai
bentuk, mulai dari seutas kabel, dipole, ataupun yagi, dsb. Antena adalah
alat pasif tanpa catu daya(power), yang tidak bisa meningkatkan kekuatan sinyal
radio, dia seperti reflektor pada lampu senter, membantu mengkonsentrasi dan
memfokuskan sinyal.
Kekuatan dalam mengkonsentrasi dan memfokuskan sinyal
radio, satuan ukurnya adalah dB. Jadi ketika dB bertambah, maka jangkauan jarak
yang bisa ditempuhpun bertambah. Jenis antena yang akan dipasang harus sesuai
dengan sistem yang akan kita bangun, juga disesuaikan dengan kebutuhan
penyebaran sinyalnya.
Jenis - Jenis Antena
1. Grid Antena
Antenna Grid Wifi 2,4 GHz dengan Gain 21 Db,
sangat cocok digunakan untuk Antenna Wifi Anda. Bisa digunakan untuk Point to
Point, atau Klien dari Akses Point anda. Sangat cocok digunakan untuk antenna
Klien Rt-Rw Net anda sehingga bisa menekan biaya Investasi awal klien anda.
Antena grid memiliki kekuatan sinyal hingga 24
dB, sementara antena parabolic hingga 18 dB. menambah gain antena, namun
akan membuat pola pengarahan antena menjadi lebih sempit.
2. Yagi Antena
Antena Yagi adalah jenis antena radio atau televisi
yang diciptakan oleh Hidetsugu Yagi. Antena ini dilengkapi dengan pengarah dan
pemantul yang berbentuk batang.
Antenna Yagi terdiri dari tiga bagian, yaitu:
Driven adalah titik catu dari kabel antenna,
biasanya panjang fisik driven adalah setengah panjang gelombang dari frekuensi
radio yang dipancarkan atau diterima.
Reflektor adalah bagian belakang antenna yang berfungsi
sebagai pemantul sinyal,dengan panjang fisik lebih panjang daripada
driven.Director adalah bagian pengarah antena, ukurannya sedikit lebih pendek
daripada driven.
3.Omni Antena
Fungsi utama antena wireless adalah memperluas
area coverage, bukan untuk memperkuat sinyal, fungsi penguat sinyal adalah pada
radio atau access point, jadi antena wifi hanya mempunyai kekuatan penguat
pasif, kekuatan antena adalah pada pemfokusan gelombang radio, dan semakin
besar dBi dari antenna maka semakin luas atau jauh area coverage yang bisa
dijangkau. Umumnya kualitas dari antena dilihat dari kualitas dari bahan
pembuatnya, semakin bagus kualitas elemen yang ada di dalam antenna, maka
semakin jauh pula jangkauannya dan konon bahkan bisa mereduksi dari noise atau
interferensi yang timbul di sekitarnya. Makanya umumnya semakin mahal harga
antena wireless semakin jauh pula jangkauannya.
Ada berbagai type dari antena wifi, ada antena grid yang
biasanya digunakan untuk mode station atau keperluan koneksi point to point,
kemudian antena Omni yang biasanya digunakan sebagai antena transmitter atau
hotspot, dan sebenarnya masih banyak lagi dari type antena, ada sectoral
waveguide, sectoral array, panel, kentongan, wajan bolic dan lain-lain. Semua
type antena yang anda pilih tergantung dari kebutuhannya.
4. Antena Sectoral
Antena Sectoral hampir mirip dengan antena
omnidirectional. Yang juga digunakan untuk Access Point to serve a
Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat tegak lurus
, dan ada juga yang horizontal.
Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi
dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak
atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat
ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam
penangkapan sinyal.
Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah
mana antenna ini di arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya,
sedangkan pada bagian belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran.
Antenna sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan
menguntungkan penerimaan yang baik pada suatu sector atau wilayah pancaran yang
telah di tentukan.
5. Antena Parabolik
Antena Parabolik Dipakai untuk jarak menengah
atau jarak jauh dan Gain-nya bisa antara 18 sampai 28 dBi.
1.
FIBER OPTIC
1.
Apa itu fiber optic
Fiber optik adalah suatu jaringan kabel yang dibuat
dengan menggunakan serat kaca. Yang jika dihubungkan dengan dunia
telekomunikasi, fiber optik sendiri berarti adalah kabel yang digunakan untuk
media transmisi terarah (Wireline) untuk kepentingan perpindahan arus data
dalam jaringan komputer. Tanpa hal ini, bisa saja pesan yang anda kirimkan dari
ponsel tidak pernah sampai ke orang yang anda tuju.
Seperti yang sudah dibilang bahwa kabel fiber optik
terbuat dari serat kaca dengan beberapa lapisan yang diantaranya memiliki
fungsi masing-masing. Selain itu, di dalam kabel fiber optik juga terdapat
komponen seperti insulator atau coating dengan berbagai macam warna dalam satu
kabel. Berikut ini adalah komponen lengkap yang terdapat di fiber optik:
Inti
Inti adalah bagian yang disebut dengan serat kaca pada
kabel optik. Bagian ini memiliki diameter antara 2 μm – 50 μm. Dan perlu
diketahui, bahwa semakin besar diameter inti pada fiber optik, maka semakin
baik pula kualitas dari fiber optik itu sendiri.
Jaket Atau
Cladding
Merupakan komponen yang melindungi bagian inti dari air
maupun hal-hal yang mungkin berpotensi akan mengganggu transmisi
telekomunikasi. Biasanya diameter jaket ini berkisar antara 5 μm – 250 μm.
Selain berfungsi sebagai pelindung inti, komponen ini juga sekaligus berfungsi
memancarkan cahaya dari luar kepada inti.
Mantel
Mantel atau yang biasanya juga disebut dengan coating ini
tidak terbuat dari kaca, melainkan terbuat dari plastik. Dan komponen ini juga
berfungsi untuk melindungi kabel dari gangguan kondisi, seperti kelembaban
udara agar kabel tidak cepat rusak. Biasanya, mantel diberikan warna yang
berbeda-beda tentunya untuk mempermudah dalam penyusunan urutan core.
Strength
Member dan Outer Jacket
Sedangkan komponen yang terakhir ini adalah pelindung
utama. Dalam artian, pembungkus dari inti, mantel, dan jaket. Tentu saja
fungsinya unuk melindungi kabel fiber dari kerusakan.
Fungsi Fiber
Optik
Majunya teknologi, pastinya juga banyak menuntut
konektivitas atau networking agar tetap bisa mengantarkan informasi dengan
tepat waktu serta tanpa hambatan. Dan agar bisa memenuhi hal tersebut, maka
fiber optik adalah opsi pertama yang biasanya digunakan di
perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkan akses network yang kuat, cepat,
dan stabil untuk tetap dapat menjaga kinerja perusaahan yang menuntut akses
telekomunikasi yang cepat.
Kabel
fiber optik juga diandalkan agar dapat menjaga ke-stabilitas-an jaringan
telekomunikasi. Selain itu, teknologi ini juga banyak digunakan dan ditanamkan
di bawah laut yang berfungsi untuk menjaga koneksi antara satu negara dengan
negara lain agar tetap terhubung.
Cara Kerja
Fiber Optik
Sedangkan untuk cara kerjanya, fiber optik sendiri
bekerja dengan sistemnya sendiri, yang juga membedakannya dengan kabel twisted
pair atau kabel coaxial. Adapun alasan kabel fiber optik dibuat dari serat kaca
dan dilapisi dengan kaca yakni hal tersebut berfungsi untuk mengubah sinyal
listrik menjadi gelombang cahaya dengan fungsi cermin di dalam kabel. Dengan
demikian, maka fiber optik tentu saja memiliki kelebihan untuk dapat mengurangi
efek terhadap gangguan gelombang frekuensi elektrik.
Tidak hanya itu saja, gelombang cahaya yang diciptakan
oleh kabel fiber optik pastinya bisa mengirimkan informasi yang lebih banyak
dan dapat menyalurkannya ke jarak yang lebih jauh. Hal ini merupakan salah satu
keuntungan atas menggunakan kabel fiber optik bagi perusahaan anda. Pasalnya,
dengan begitu, koneksi telekomunikasi dapat berjalan lebih stabil dan dapat
diandalkan.
2. Cara
Kerja Fiber Optik
Sebuah kabel fiber optik terbuat dari serat kaca murni,
sehingga meskipun kabel mempunyai panjang sampai beratus2 meter, cahaya masih
dapat dipancarkan dari ujung ke ujung lainnya. Helai serat kaca tersebut
didesain sangat halus,ketebalannya kira-kira sama dengan tebal rambut manusia.
Helai serat kaca dilapisi oleh 2 lapisan plastik (2 layers plastic coating)
dengan melapisi serat kaca dengan plastik, akan didapatkan equivalen sebuah
cermin disekitar serat kaca.
Cermin ini menghasilkan total internal
reflection (refleksi total pada bagian dalam serat kaca), sama seperti
jika kita berada pada ruangan gelap dengan sebuah jendela kaca, kemudian anda
mengarahkan cahaya senter 90 derajat tegak lurus dengan kaca , maka cahaya
senter akan tembus ke luar ruangan. Akan tetapi jika cahaya senter tersebut
diarahkan (ke jendela berkaca) dengan sudut yang rendah (hampir paralel dengan
cahaya aslinya), maka kaca tersebut akan berfungsi menjadi cermin yg akan
memantulkan cahaya senter ke dalam ruangan. demikian pada serat optik, cahaya
berjalan melalui serat kaca pada sudut yang rendah.
Untuk mengirimkan percakapan2 telepon melalui
serat optik, suara analog di rubah menjadi sinyal digital. Sebuah laser
transmitter pada salah satu ujung kabel on/off untuk mengirimkan setiap bit
sinyal. System fiber optik Modern dengan single laser bisa mentransmitkan
jutaan bit/second. Atau bisa dikatakan laser transmitter on dan off jutaan kali
/second. System terbaru laser transmitter dapat mentransmitkan warna2 yang berbeda
untuk mengirimkan beragam sinyal digital dalam fiber optik yang sama.
Kabel fiber optik modern dapat membawa sinyal
digital dengan jarak kurang lebih 60 mil (sekitar 100 Km). Pada jalur
distribusi jarak jauh biasanya terdapat peralatan tambahan (equipment hut)
setiap 40-60 mil,yang berfungsi pick-up equipment yang akan menampung,
menguatkan sinyal, dan kemudian me- retransmit-kan sinyal ke equipment
selanjutnya.
Keuntungan Fiber Optik
Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga
dalam panjang yang sama.
Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
Kapasitas lebih besar.
Sinyal degradasi lebih kecil.
Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.
Fleksibel.
Sinyal digital.
Bagaimana Fiber Optik Dibuat
Proses ini disebut modified chemical vapor
deposition (MCVD). Silikon dan germanium bereaksi dengan oksigen membentuk SiO2
dan GeO2. SiO2 dan GeO2 menyatu dan membentuk kaca. Proses ini dilakukan secara
otomatis dan membutuhkan waktu beberapa jam.
Setelah proses pertama selesai preform
dimasukkan kedalam fiber drawing tower. Kemudian dipanaskan 1900-2200 derajat
celcius sampai meleleh. Lelehan tersebut jatuh melewati laser mikrometer
sehingga preform membentuk benang. Dilakukan proses coating dan UV Curing.
Uji Akhir
Fiber Optik;
Tensile strength:
harus mampu menahan 100.000 lb/inch2 atau lebih.
Refractive index profile : menghitung layar untuk pemantulan optik.
Fiber geometry : diameter Core, dimensi cladding, diameter cloating adalah
seragam.
Attenuation : menghitung kekuatan sinyal dari berbagai panjang gelombang dan
jarak.
Information carrying capacity : bandwith
Chromatic dispersion : penyebaran berbagai panjang gelombang sinar melalui
core.
Operating temperature.
3. Teknologi point to point
Point
to point, ialah menghubungkan perangkat Optical Line
Terminal (OLT) di Central Office (CO) yang terkoneksi dengan perangkat Optical
Network Terminal (ONT) pada terminal pelanggan, menggunakan fiber optic
dedicated sebagai medianya. OLT dan ONT merupakan perangkat aktif yang
masing-masing membutuhkan power dilengkapi dengan optical laser.
1. Point-to-Point
2.
Point-to-Point (OLT)
Jarak
pelanggan dengan central office dapat mencapai hingga 80 km, dan setiap
pelanggan disediakan satu dedicated fiber optic dengan full bi-directional
bandwidth. Salah satu arsitektur aktif point to point ini ialah Digital Loop
Carrier (DLC).
Star
(Point to Multipoint / Active Optical Network/ AON), arsitektur
dengan beberapa perangkat pelanggan yang terkoneksi secara bersama-sama
memanfaatkan satu kabel feeder melalui sebuah remote node yang terletak
diantara central office dan pelanggan. Sebuah remote node dapat melayani hingga
seribu terminal pelanggan.
3. Point-to-Multipoint
4. Point-to-Multipoint Video Transmission Example
5.
Point-to-Multipoint Architecture
Arsitektur Passive (Passive Optical Network), merupakan teknologi akses fiber optik yang
terdiri dari komponen berupa Optical Line Terminal (OLT), Optical Network Unit
(ONU) dan passive splitter. OLT ditempatkan di central office operator,
sedangkan ONU disetting di terminal akhir menuju pelanggan. Passive Splitter
terletak diantara OLT dan ONU, yang berfungsi sebagai pembagi downstream sinyal
dari OLT ke beberapa terminal ONU yang bertugas untuk mengidentifikasi data
yang hanya dibutuhkan oleh terminal.
Arsitektur PON, menggunakan share media fiber optic
dan support konfigurasi point to multipoint. Selain share media, pelanggan juga
dapat melakukan share bandwidth. Passive Optical Splitter pada PON digunakan
untuk membagi bandwidth dari satu single fiber sampai dengan 64 pelanggan
dengan jarak maksimal 10-20 km. Arsitektur ini disebut pasif karena splitter
dan perangkat pendukungnya yang terpasang diantara OLT dan ONT bersifat pasif
yakni tanpa power.
6. Passive Optical Network
7. Passive Optical Network (OLT)
8.
Passive Optical Network Example
Penggunaan jaringan pasif saat ini telah mendominasi,
seperti PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang menggunakan tipe arsitektur jaringan
pasif untuk mendukung implementasi teknologi FTTx. Teknologi FTTx tersebut
diantaranya adalah FTTH (Fiber To The Home), FTTB (Fiber To The Building), FTTC
(Fiber To The Curb) dan FTTN (Fiber To The Node).
Fiber To The Home (FTTH) adalah
sistem penyediaan akses jaringan fiber optik dimana titik konversi optik berada
di rumah pelanggan [3]. Titik konversi optik merupakan ujung
jaringan fiber optik di sisi client yang berfungsi
sebagai tempat konversi sinyal optik ke sinyal elektrik sebelum
diakses oleh berbagai perangkat. FTTH adalah satu dari berbagai alternatif
jaringan FTTX. Istilah yang lainnya adalah Fiber To The Building (FTTB),
Fiber To The Curb (FTTC), Fiber To The Tower (FTTT), atau Fiber
To The Zone (FTTZ).
Arsitektur
jaringan komunikasi fiber optik yang digunakan dalam FTTH adalah Passive
Optical Network (PON). PON merupakan jaringan point-to-multipoint
yang tidak memiliki komponen aktif selain di sisi Central Office (CO)
dan sisi pelanggan / user. Dengan kata lain, sinyal optik dikirimkan
hanya melalui komponen pasif yaitu fiber optik, splices, dan splitter/combiner.
PON merupakan teknologi terbaru setelah Point-to-point fiber connection,
dimana tiap client memiliki jalur fiber optik pribadi untuk menuju CO, dan Active
Optical Network (AON), yaitu jaringan yang membutuhkan komponen aktif
berupa switch elektronik sebagai penyalur informasi. [4]
Sejak
ditemukan oleh British Telecom pada 1980-an, PON terus dikembangkan karena
memiliki fleksibilitas tinggi. Terbukti dari munculnya berbagai skema jaringan
baru yang berakar dari PON, yaitu GE-PON, Broadband PON (BPON), GPON [5],
XGPON, dan Ethernet PON (EPON) [6]. Pengembangan PON juga dilakukan pada
cara sharing data yang dilakukan, yaitu TDM-PON, WDM-PON, dan Hybrid-PON [4].
Topologi dari PON juga dapat divariasikan seperti jaringan pada umunya
menggunakan topologi tree, bus, atau ring.
Seperti
halnya sistem komunikasi optik yang dibahas sebelumnya, PON memiliki komponen
utama yang disebut dengan Optical Line Terminal (OLT), Optical
Network Unit (ONU) / Optical Network Termination (ONT), dan Optical
Distribution Network (ODN) [3]. Konfigurasi umum FTTH berbasis PON ditunjukkan
oleh gambar berikut:
- OLT adalah ujung fiber optik pada bagian
CO yang menghubungkan jaringan ke backbone Metro Ethernet (ME) atau ke
jaringan yang lain.
- ONU atau ONT adalah ujung fiber optik
pada sisi pelanggan, dimana terdapat titik konversi optik
- Daerah Akses Fiber (DAF) atau bagian ODN
yang dibagi menjadi 4 segmen berdasarkan jenis kabel fiber optik yang
digunakan, yaitu:
- Segmen 1 : kabel feeder menghubungkan Optical
Distribution Frame (ODF) dan Optical Distribution Cabinet (ODC)
- Segmen 2 : kabel distribusi dan Optical
Distribution Point (ODP). ODC dan ODP merupakan lokasi sambungan (splice)
dan splitter
- Segmen 3 : kabel drop dan Optical
Terminal Premises (OTP)
- Segmen 4 : kabel indoor yang diletakkan
dalam rumah dan Optical Indoor Outlet (Roset)
5. Karakteristik
kabel fiber optic
Karakteristik kabel Fiber Optic dalam jaringan Komputer
Karakteristik kabel fiber optik adalah sebagai berikut:
- Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabit per detik)
- Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar
- Biaya rata-rata pernode cukup mahal
- Media dan ukuran konektor kecil
- Kebal terhadap interferensi elektromagnetik
- Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 - 60 kilometer)
Teknologi fiber
optic atau serat cahaya memungkinkan menjangkau jarak yang besar dan
menyediakan perlindungan total terhadap gangguan elektrik. Kecepatan transfer
data dapat mencapai 1000 mbps serta jarak dalam satu segment dapat labih dari
3.5 km. kabel serat cahaya tidak terganggu oleh lingkungan cuaca dan panas.
6.
Kapasitas kabel, kode warna dan perlabelan kabel fiber optik
Dalam kabel fiber optic dengan jumlah core yang banyak, maka
core itu akan dikelompokkan dalam satu selubung (tube). Satu tube mengandung 12
warna kabel fiber optic core. Dengan demikian, kabel fiber optic 24 core akan
memiliki 2 tube yang masing-masing berisi 12 warna core serat optic yang
berbeda. Warna selubung untuk pembungkus “kelompok” warna core serat optic pun
juga berdasarkan urutas di atas.
Untuk contoh di
atas, maka selubung corenya akan bewarna biru dan orange, demikian seterusnya.
Sehingga jika anda mengupas kabel fiber optic 96 core, maka anda akan memiliki
8 selubung dengan warna biru, orange, hijau, cokelat, abu-abu, putih dan merah.
Dan jika menentukan warna kabel fiber optic core yang ke 24, maka akan berada
dalam selubung bewarna orange dan serat optic yang bewarna tosca.
Selain warna kabel fiber optic core, ada kode sebagai
keterangan tambahan untuk kabel fiber optic tersebut, diantaranya:
SM = Jenis fiber single mode
MM = Multi Mode
48 / 4 T = Menunjukkan jumlah Fiber optic dan jumlah tube
A = Aerial
D = Duct
DB = Direct Buried
LT = Lose Tube
ST = Straight Tube
SCPT = Single Core Per Tube
NZDS = Non Zero Dispersion Shifted Fiber, atau Fiber tipe G.655
7. Kabel singel mode
Single
mode fiber optic
Single mode
fiber optic memiliki banyak arti dalam teknologi fiber optik. Dilihat dari
faktor properti sistem transmisinya, single mode adalah sebuah sistem transmisi
data berwujud cahaya yang didalamnya hanya terdapat satu buah indeks sinar
tanpa terpantul yang merambat sepanjang media tersebut dibentang. Satu buah
sinar yang tidak terpantul di dalam media optik tersebut membuat teknologi
fiber optik yang satu ini hanya sedikit mengalami gangguan dalam perjalanannya.
Itu pun lebih banyak gangguan yang berasal dari luar maupun gangguan fisik
saja.
Single mode
dilihat dari segi strukturalnya merupakan teknologi fiber optik yang bekerja
menggunakan inti (core) serat fiber yang berukuran sangat kecil yang
diameternya berkisar 8 sampai 10 mikrometer. Dengan ukuran core fiber yang
sedemikian kecil, sinar yang mampu dilewatkannya hanyalah satu mode sinar saja.
Sinar yang dapat dilewatkan hanyalah sinar dengan panjang gelombang 1310 atau
1550 nanometer.
Single mode
dapat membawa data dengan bandwidth yang lebih besar dibandingkan dengan multi
mode fiber optics, tetapi teknologi ini membutuhkan sumber cahaya dengan lebar
spektral yang sangat kecil pula dan ini berarti sebuah sistem yang mahal.
Single mode dapat membawa data dengan lebih cepat dan 50 kali lebih jauh
dibandingkan dengan multi mode. Tetapi harga yang harus Anda keluarkan untuk
penggunaannya juga lebih besar. Core yang digunakan lebih kecil dari multi mode
dengan demikian gangguan-gangguan di dalamnya akibat distorsi dan overlapping
pulsa sinar menjadi berkurang. Inilah yang menyebabkan single mode fiber optic
menjadi lebih reliabel, stabil, cepat, dan jauh jangkauannya.
8. Duct cable
Duct
Cable
Kabel duct adalah kabel fiber optik yang instalasinya menggunakan pelindung
pipa duct/subduct, kabel ini dipendam dalam tanah (underground). Metode
pemasangannya dengan cara galian terbuka (open trench) ataupun boring
rojok (manual borring).
9. Direct Buried Cable
Direct
Buried Cable atau kabel Tanam langsung, merupakan kabel fiber optik yang
instalasinya dipendam dalam tanah (underground) dengan metode galian
terbuka (open trench) kabel digelar langsung tanpa menggunakan
duct/subduct. Jacketing kabel ini didesain lebih tebal daripada kabel
duct.
10. Aerial Cable
Aerial
Cable (Kabel Udara) merupakan kabel fiber optik yang instalasinya menggantung
diudara (aerial). Metode pemasangannya kabel digantung diantara
tiang-tiang penyangga. Terdapat 3 jenis kabel Udara yaitu Figure 8, ADSS dan
OPGW.
11. Jenis konektor fiber optic
Tipe standar
seperti berikut ini:
- FC (Fiber Connector):
digunakan untuk model kabel single-mode dengan akurasi yang sangat tinggi
dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini
menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga
ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
- SC (Subsciber Connector):
digunakan untuk model kabel single-mode, dengan sistem dicabut-pasang.
Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual
serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
- ST (Straight Tip):
bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC.
Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode.
Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
- Biconic: Salah
satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat
ini sangat jarang digunakan.
- D4: konektor
ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya
sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.
- SMA: konektor
ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan
penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor,
maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.
- E200
Selanjutnya jenis-jenis konektor tipe kecil:
- LC
- SMU
- SC-DC
Selain itu pada bagian konektor
tersebut biasanya menggunakan warna tertentu dengan maksud sebagai berikut:
Warna Konektor
|
Arti
|
Keterangan
|
Biru
|
Physical
Contact (PC), 0°
|
Yang paling
umum digunakan untuk serat optik single-mode
|
Hijau
|
Angle
Polished (APC), 8°
|
Sudah tidak
digunakan lagi untuk serat optik multi-mode
|
Hitam
|
Physical
Contact (PC), 0°
|
|
Abu-abu,
|
Krem
|
Physical
Contact (PC), 0°
|
Serat optik
multi-mode
|
Putih
|
Physical
Contact (PC), 0°
|
|
Merah
|
|
Penggunaan
khusus
|
Dalam standarisasinya kode warna dari
selubung luar (jacket) kabel serat optik jenis Patch Cord adalah sebagai
berikut:
Warna jacket
|
Artinya
|
Kuning
|
Serat optik
single-mode
|
Orange
|
Serat optik
multi-mode
|
Aqua
|
Optimal laser
10 giga 50/125 mikrometer serat optik multi-mode
|
Abu-Abu
|
Kode warna
serat optik multi-mode, sekarang tidak digunakan lagi
|
Biru
|
Kadang masih
digunakan dalam model perancangan
|
12.
Fusion Splicer
Fusion splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk
menyambungkan serat optik ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk
menyambungkan sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis
kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi
sebuah media sinar berbentuk laser.
Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang
terputus pada core sehingga bisa tersambung kembali dengan baik. Perlu kalian
ketahui, bahwa fusion splicer ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang
cukup tinggi, hal ini ditujukan untuk menghasilkan hasil penyambungan yang
sempurna, karena pada saat penyambungan tersebut akan terjadi proses pengelasan
media kaca serta peleburan kaca yang akan menghasilkan suatu media, dimana
media tersebut akan tersambung dengan utuh tanpa adanya celah-celah, hal ini
dikarenakan media tersebut memiliki senyawa yang sama.
Kegunaan
fusion splicer fungsinya sebagai alat penyambung kabel fiber optik, lebih
tepatnya penyambungan serat optic yang sudah di kupas oleh (Striper) dan di
potong oleh (Cleaver).
13. OTDR (Optical
Time Domain Reflectometer).
Adalah
sebuah alat yang digunakan dalam dunia Fiber Optic(FO). Alat ini dapat
berfungsi sebagai:
- pengukur panjang Kabel FO
- Pengukur daya & redaman
- memperkirakan titik Loss
OTDR dapat
difungsikan menjadi OPM (Optical Power Meter), Untuk pengukuran daya dan
redaman pada OTDR akan tertera nilai (sekian)db. Semakin mendekati 0db maka
perkiraan loss semakin kecil pula. Batasan-batasan redaman pada FTTx
berbedah-bedah. Nilai dari OLT menuju ODC (Optical Distribution
Central)setidaknya masih dalam kisaran sedekat mungkin dengan 0. sedangkan dari
ODC ke ODP(Optical Distribution Point) nilainya antara 8-10. Sedangkan keluaran
dari ODP ke ONT yaitu kisaran 16-28 (di sini saya mengambil batas yang
paling mendekati loss). bila ingin dilakukan installasi secara aturan spek maka
redaman hendaknya semakin jauh namun masih dalam batas kisaran.
Cara kerja OTDR :
1. Sinyal-sinyal
cahaya dimasukkan ke dalam serat optik.
2. Sebagian sinyal
dipantulkan kembali dan diterima oleh penerima.
3. Sinyal balik yang
diterima akan dinyatakan sebagai loss.
4. Waktu tempuh sinyal
digunakan untuk menghitung jarak.
Berikut ini adalah gambar mekanisme pengecekan OTDR.
Beberapa fungsi
yang dapat dilakukan oleh OTDR yaitu:
1. Mengukur Loss per satuan panjang. Loss pada saat
instalasi serat optik mengasumsikan redaman serat optik tertentu dalam
loss per satuan panjang. OTDR dapat mengukur redaman sebelum dan setelah
instalasi sehingga dapat memeriksa adanya ketidaknormalan seperti bengkokan
(bend) atau beban yang tidak diinginkan.
2. Mengevaluasi sambungan dan konektor Pada saat instalasi OTDR dapat memastikan
apakah redaman sambungan dan konektor masih berada dalam batas yang
diperbolehkan.
3. Fault Location Fault seperti letaknya serat optik atau
sambungan dapat terjadi pada saat atau instalasi atau setelah instalasi, OTDR
dapat menunjukkan lokasi faultnya atau ketidaknormalan tersebut. Hal ini dapat
dilakukan dengan melihat jarak terjadinya end of fiber pada OTDR, jika kurang
dari jarak sebenarnya maka pada jarak tersebut terjadi kebocoran/ kerekatan
(asumsi set OTDR benar). End of fiber pada OTDR ditandai dengan adanya daya
<3 dB (dapat disesuaikan dengan menset) yang berfluktuasi. OTDR, pulse
width, disperse, rise time merupakan domain waktu, sedangkan bandwidth,
merupakan domain frekuensi.
Istilah pada OTDR:
A. Dead zone
Daerah pada serat optik dimana perubahan daya terjadi tidak secara linier, dan
hal ini tidak dapat dianalisis. Panjang dead zone ini biasanya untuk serat
optik yang ada di pasaran adalah 25 m. Pada OTDR, grafiknya akan terlihat
seperti lonjakan daya sesaat pada awal serat optik.
B. Dynamic Range
Panjang (jangkauan) maksimum yang dapat ditampilkan oleh OTDR pada sumbu
horizontal.
C. Even Zone
Daerah dimana dua kejadian akan terdeteksi sebagai satu kejadian.
D. End of Fiber
Merupakan ujung dari fiber optik.
14. Optical Power Meter berfungsi untuk mengukur:
1. Rugi-rugi Patch Cord
2. Pengukuran Total Loss Link Kabel Serat Optik
Dalam pelatihan ini akan digunakan OPM Yokogawa AQ-2160.01 dan AQ-2160.02
15. Cleaver
Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core
yang kulit kabel optic-nya sudah dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa
pemotongan core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat
kacanya akan terpotong dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan
baik maka tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap Jointing.
16. Untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel.
17.
Pengenalan perangkat aktif fiber optic – GPON
Gigabit
Passive Optical Network (GPON)
GPON merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh
ITU-T via G.984 dan hingga kini bersaing
dengan GEPON (Gigabit Ethernet PON), yaitu PON versi IEEE
yang berbasiskan teknologi Ethernet.
GPON mempunyai dominansi pasar yang lebih tinggi dan roll
out lebih cepat dibanding penetrasi
GEPON. Standar G.984 mendukung bit rate yang lebih
tinggi, perbaikan keamanan, dan pilihan protokol
layer 2
(ATM, GEM, atau Ethernet).
Baik GPON ataupun GEPON, menggunakan serat optik sebagai
medium transmisi. Satu perangkat akan diletakkan pada sentral, kemudian akan mendistribusikan
trafik Triple Play (Suara/VoIP, Multi Media/Digital Pay TV dan Data/Internet) hanya melalui
media 1 core kabel optik disisi subscriber atau
pelanggan.
Yang menjadi ciri khas dari teknologi ini dibanding
teknologi optik lainnya semacam SDH adalah teknik
distribusi trafik
dilakukan secara pasif. Dari sentral hingga ke arah subscriber akan
didistribusikan menggunakan splitter pasif (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32,
1:64).
GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple
access upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast kearah downstream
dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. Model paketisasi data menggunakan GEM (GPON Encapsulation
Methode) atau ATM cell untuk membawa layanan TDM dan packet based. GPON jadi memiliki efisiensi
bandwidth yang lebih baik dari BPON (70 %), yaitu 93 %.
Prinsip
Kerja GPON
GPON merupakan teknologi FTTx yang dapat mengirimkan
informasi sampai ke pelanggan menggunakan
kabel optik. Prinsip kerja dari GPON, ketika data atau
sinyal dikirimkan dari OLT, maka ada bagian yang
bernama splitter yang berfungsi untuk memungkinkan serat
optik tunggal dapat mengirim ke berbagai
ONU, untuk ONU sendiri akan memberikan data-data dan
sinyal yang diinginkan pelanggan.
Pada prinsipnya, PON adalah sistem point to multipoint,
yang menggunakan splitter sebagai pembagi jaringannya.
Arsitektur sistem GPON berdasarkan pada TDM (Time
Division Multiplexing) sehingga mendukung layanan T1, E1 dan DS3.
Komponen GPON
Network
Management System (NMS)
NMS merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk
mengontrol dan mengkonfigurasi perangkat GPON. Letak NMS ini bersamaan di dekat OLT namun berbeda ruangan.
Konfigurasi yang dapat dilakukan oleh NMS adalah OLT dan ONT. Selain itu NMS
dapat mengatur layanan GPON seperti POTS, VoIP, dan IPTV. NMS ini menggunakan platform Windows dan bersifat
GUI (Graffic Unit Interface)maupun command line. NMS memiliki jalur langsung
ke OLT , sehingga NMS dapat memonitoring ONT dari jarak jauh.
Optical
Distribution Cabinet (ODC)
ODC (Optical Distribution Cabinet) adalah jaringan optik
antara perangkat OLT sampai perangkat ODC.
Letak dari ODC ini
adalah terletak di rumah kabel.ODC menyediakan sarana transmisi optik dari OLT
terhadap pengguna
dan sebaliknya. Transmisi ini menggunakan komponen optik pasif.
Keunggulan dan
Kekurangan GPON
Adapun
beberapa keunggulan yang dimiliki oleh teknologi GPON adalah:
1) Mendukung aplikasi triple play (suara,data, dan video)
pada layanan FTTx yang dilakukan melalui satu core fiber optik.
2) Dapat membagi bandwidth sampai 32 ONT.
3) PON mengurangi penggunaan banyak kabel dan peralatan
pada kantor pusat bila dibandingkan dengan arsitektur point to point. Hanya satu
port optik di central office (menggantikan multiple port).
4) Alokasi bandwidth dapat diatur.
5) Biaya maintenance yang murah karena menggunakan
komponen pasif. Transparan terhadap laju bit dan format data.
6) GPON dapat secara fleksibel mentransferkan informasi
dengan laju bit dan format yang berbeda karena setiap laju bit dan format data
ditransmisikan melalui panjang gelombang yang berbeda. Laju bit 1.244 Gbit/s untuk upstream dan
2.44 Gbit/s untuk downstream.
7) Biaya pemasangan, pemeliharaan dan pengembangan lebih
effisien.
8) Hal ini dikarenakan arsitektur jaringan GPON lebih
sederhana dari pada arsitektur jaringan serat optik konvensional.
Sedangkan kekurangan yang dimiliki GPON, antara lain:
1) Model layering yang kompleks
2) Lebih mahal dibandingkan GEPON
3) Transceiver pada laju 2.4 Gbps saat ini mahal
4) Bandwidth upstream terbatas pada hingga 622 Mbps saat
ini. (tarluz, 2015)
18. Pengenalan perangkat aktif fiber optic – GEPON
Gigabit
Ethernet Passive Optical Network (GEPON)
GE-PON (Gigabit Ethernet Passive Optical Network) merupakan
teknik akses optik kecepatan tinggi yang telah distandarisasi menurut IEEE 802.3ah EFM
(Ethernet in the First Mile) sehingga dapat digunakan pada konfigurasi point to multipoint.
Ketika ITU-T membangun standar BPON dan GPON, sebuah working group IEEE yang bernama
Ethernet-in-the-first-mile mengembangkan PON yang berbasis Ethernet. GPON merupakan
salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984. Lapis physical media dependent
pada EPON/GEPON dapat mendukung maksimum 1.25 Gbps (laju data efektif 1.0 Gbps)
untuk trafik downstream dan upstream.
GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access
upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast kearah
downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. GEPON mengenkapsulasi dan men-transport
data pengguna dalam frame Ethernet. GE-PON dikeluarkan sebagai jenis dari sistem
high speed optical access. Hal tersebut dikarenakan sistem PON ini menggunakan
teknologi Ethernet, yang biasanya disebut “EPON”, tetapi karena pengaruh
layanan yang diberikan maka lebih dikenal sebagai “gigabit”
Jadi, GEPON merupakan perluasan alami dari LAN pada
premis pengguna, dan menghubungkan LAN-LAN menuju infrastruktur MAN/WAN berbasis Ethernet.
Karena tidak ada fragmentasi atau penyusunan data pada GEPON dan kebutuhannya pada lapis
physical-media dependent lebih longgar, peralatan GEPON lebih murah dibanding GPON.
Seiring dengan luasnya penggunaan Ethernet pada LAN, GEPON menjadi teknologi akses yang
sangat atraktif. Saat ini GEPON sudah tersebar dalam skala besar di Jepang, melayani jutaan
pengguna.
Prinsip
Kerja GEPON
Standar Ethernet didefinisikan untuk shared medium dan
link point-to-point (P2P) full-duplex. Hal ini menyebabkan GEPON mempunyai ciri yang merupakan kombinasi
dari dua sifat standar Ethernet tersebut. GEPON menggunakan struktur enkapsulasi paket Ethernet
untuk komunikasi pada layer 2. Saat ini terhitung hampir 95 % komunikasi
LAN menggunakan aplikasi ethernet, karena strukturnya yang ekonomis dan efektif. Sehingga
GE-PON menjadi sangat efektif dalam mode komunikasi access network. Data dikirimkan dengan
panjang variabel paket data maksimum sebesar 1.518 Bytes sesuai dengan Ethernet
standar IEEE 802.3ah Struktur Point to Multipoint, dimana satu OLT bisa dihubungkan sampai 32
ONU. Semua ONU saling berbagi bandwidth 1 G melalui TDM (Time Division Multiplex).
Karena itu masing-masing ONU bisa menyediakan bandwidth
max 1 Gbps untuk arah uplink atau downlink. Transceiver optik menggunakan sistem WDM (Wavelength
DivisionMultiplexer) dengan panjang gelombang yang digunakan berbeda antara
pengirim dan penerima. Upstream : 1260 . 1360 nm (1310 ± 50) , Downstream : 1480
. 1500 nm (1490 ± 10) GEPON tidak membutuhkan beberapa protokol yang rumit untuk mentransmisikan
sinyal optik secara tepat sampai ke pelanggan, karena sinyal dari pelanggan
bisa ditransmisikan ke OLT secara terpusat.
Pada NMS (Network Management System), menggunakan SNMP
(Simple Network Management Protocol) untuk managemen elemen jaringan ONU
sebagai fitur dari OAM (Operations, Administration and Maintenance).
Pada arah
downstream, GEPON bertindak sebagai shared medium, dengan frame-frame yang
dikirim oleh OLT
mencapai setiap ONU. Pada arah upstream, karena sifat direksional dari
coupler pasif,
frame-frame data hanya akan mencapai OLT, tidak menuju ONU lainnya. Artinya,
pada arah upstream
perilaku GEPON dapat dibandingkan dengan jaringan P2P. Tetapi, tidak
seperti jaringan
P2P sebenarnya, dalam GEPON frame-frame yang dikirimkan dari ONU yang
berbeda bisa
bertabrakan. Sehingga pada arah upstream terdapat syarat untuk berbagi serat
trunk dan mengatur
time slot transmisi ONU untuk mencegah tabrakan. Untuk mengurus syarat
koordinasi trafik
yang unik pada sisi upstream GEPON menggunakan MPCP, yang merupakan
protokol berbasis
frame, berdasarkan pesan-pesan kontrol MAC 64-byte, yang
mengkoordinasikan
trafik upstream. Hal ini menyebabkan mekanisme pengiriman data antara
upstream dan
downstream berbeda.
19.
Pengenalan perangkat aktif fiber optic – ONU/ONT
ONT/ ONU = Optical
Network Terminal atau Optical Network Unit.
Fungsinya
adalah :
1) Melakukan konversi layanan dalam sinyal optik menjadi
sinyal elektrik
2) Sebagai alat demultiplexer layanan
3) Output layanan ONT/ONU adalah Voice, Video/ IP TV dan
Data Internet
Perbedaan antara ON dan ONU, adalah sebagai berikut ;
ONT hanya melayani satu pelanggan saja.
ONU dapat melayani beberapa pelanggan dalam satu kluster,
misal untuk Pertokoan, Mall dan Apartemen.
20. Fungsi
optical termination box (OTB)
Optical Termination Box (OTB) adalah terminasi fiber optic
yang ada pada rak atau boks. Optical Termination Box, berfungsi sebagai
pendistribusian fiber seperti FDF yang menampung
maksimum 72 core.
Optical Terminal Box juga digunakan untuk menghubungkan kabel serat
optik indoor maupun
outdoor dan patchcord. OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang.
21. Fungsi
Fiber Outlet
Pada dasarnya fungsi dari kabel Fiber Optik sama seperti
jenis kabel yang lain yakni menghubungkan antar komputer atau pengguna satu sama lain
dan dalam lingkup jaringan tertentu. Yang menjadi pembeda adalah kecepatan akses
yang tinggi serta kemampuan transfer data lebih cepat. Untuk kecepatan pengiriman
data bisa sampai kisaran Gigabit per detiknya. Selain itu karena tidak membawa listrik kabel jenis
ini juga tida terpengaruhi gangguan elektromagnetik sehingga stabil dalam
penggunaannya.
22. Fungsi
PLC splitter
Splitter merupakan komponen pasif yang dapat memisahkan
daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada
PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan
terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga sifatnya
idle dan cara kerjanya membagi daya optic sama rata.
23. Fungsi joint box/joint closure
Joint Closure adalah box tempat untuk menaruh hasil
sambungan dari fiber optic.
Sebagai contoh:
Jika
ada kebel fiber optic putus karena terpotong atau terbakar maka kabel tersebut
di sambung/splicing dan hasil splicingan di taruh
di Closure. Untuk Kapasitas Closure ber variasi mulai
dari closure 6 core, Closure 12core, closure 24core,Closure 48core hingga
closure.